Penantian
– mengenang sahabat

segumpal bunyi tiba-tiba memenuhi lubuk hati,
mengisyaratkan kerentaan hari,
yang tergusur lokomotif usia. Pada batas ruang,
hanya doa lembab bersahut-sahutan,
seperti balon udara pecah di langit-langit temaram.

kau semakin tak mengenal sosok sendiri,
cermin pun  menjadi musuh pada awal perjumpaan;
hanya dengung nyamuk terasa paling akrab,
dengan setia datang setiap malam.

lorong-lorong panjang menyimpan detak sepatu,
entah siapa yang terakhir datang,
seketika tirai mendesir,
kamar pun membeku.

igauanmu yang jernih tetap akan kucatat
sebagai puisi yang tak terselesaikan.

2001
Puisi: Penantian
Puisi: Penantian
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.

Post A Comment:

0 comments: