Untukmu Bunda

Bunda, alangkah deras waktu berlalu
Membuat segala sosok bertukar rupa. Atau lumer
    bagai salju

Kecuali rumah yang puluhan tahun engkau bangun
Bersama ayah. Di dalam kalbuku
    tempat jiwaku tetirah saban gundah

Rumah tempatku dulu bertumpu untuk melanglang
Bagai liang belalang di pohonan. Sebelum
    ia mencelat ke padang-padang

Alangkah fana semua yang di sisi
Kecuali wajah, kerudung, dan tadarusmu. Yang terus
    menyelimutiku dengan wangi kesturi

Di hadapanmu, Bunda, tetaplah aku anak balita
Dengan ubun-ubun rawan yang terus berdenyut
    tanpa suara

Jauh dan tembus waktu

2012
Puisi: Untukmu Bunda
Puisi: Untukmu Bunda
Karya: Mochtar Pabottingi


Catatan:
  • Mochtar Pabottingi lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada tanggal 17 Juli 1945.

Baca juga: Puisi Karya Djajanto Supra

Post A Comment:

0 comments: