Puisi: Alegori Perempuan (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Alegori Perempuan

kalau sudah pergi, pantang kembali
kau dan kau berjalan dengan pedati
ada yang kita kejar di ujung bumi

tak usah ragu
sejak lama kau tahu
kendaraanku hanya gerobak
dengan derak parau dan serak
selalu terlambat menempuh jauhnya jarak
berguncang-guncang tubuh kita di dalamnya
tak perlu jadi penumpang atau sais yang terpaksa

tertinggal memang menyakitkan
tapi, mari tanggalkan rasa nyeri itu
meski terus menipuki seperti keletak batu
pada gerigi

bukankah masih dapat kita jemput
apa yang bisa dijemput di sepanjang perjalanan
bukankah masih dapat kita nikmati
hamparan bunga rumput yang melambai-lambai
seperti helai-helai rambut
dan seseorang di perempatan jalan masih akan bergegas
memperingatkan tali yang mengikat bekal kita ketika lepas

2005
Puisi: Alegori Perempuan
Puisi: Alegori Perempuan
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Catatan:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar