Puisi: Jendela Tak Akan Pernah Tertutup (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Jendela Tak Akan Pernah Tertutup

debu apakah yang menelusup ke ulu hati malam-malam
serbuknya tajam menjalarkan tusukan linu hingga ke tulang
angin keras meniupkannya dari sebuah tempat yang kau sebut puncak,
sebuah puncak di sebuah masa
: puncak gunung pasir atau bukit kapur

di ujung gelap, di kejauhan puncak itu
di tengah deru yang deras
kulihat nyala itu, nyala api kesumba
bagai tak mau padam hingga berkali angin menerpa

dari balik nyala, muncullah anak itu
yang kau hidupkan dan kau lahirkan dari sang api
anak malang yang kau cintai
tapi terpaksa kau kubur di keabadian mimpi
sebab ada yang mengusir ibunya pergi

: ingin kutelusuri kisah ini lewat matamu
namun matamu selalu jauh
lalu mengisyaratkan aku menutup jendela
agar tak selalu terbuka ke masa itu

tapi aku terlanjur terperangkap di sana
terus mengaduh dengan rasa sakit orang gila yang ditenung
“O, api kesumba, bumi menyalakanmu
bagai pohon menumbuhkan bunga
jika terpercik nyalamu, bukankah tidak untuk celaka.”

tutup jendela itu, perintahmu mengalahkan deru angin
aku tak akan pernah bisa menutupnya
sebab jendela itu ada pada matamu

Puisi: Jendela Tak Akan Pernah Tertutup
Puisi: Jendela Tak Akan Pernah Tertutup
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Catatan:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar