Puisi: Obituari (Karya Wahyu Prasetya)

Obituari

menghabiskan seluruh malam hari
lampu yang melekat di mata orang ramai
sedang di kegelapan, belantara lelaki siapa
begitu kecongkakan tiba runtuhlah segalanya
dengan senyum saja aku mengaku kalah
pada hidup dan suratan. selepas subuh
mungkin ada yang mengetuk pintu
dengan salam aku dan wahyu mengangguk

apakah ini bisa kau sampaikan
syair untuknya? kalau.
kalau salam sujud. di situ segalanya
habis. tanpa menangis. ketika lampu.
bias bulan dan matahari.
gelas yang kosong. membayangkan
seseorang terbaring dengan tenang
tanpa.
tanpa raungan sirene lewat
tangisan panjang atau anak
sungai yang pulang ke laut.

1997
Puisi: Obituari
Puisi: Obituari
Karya: Wahyu Prasetya

Catatan:
  • Eko Susetyo Wahyu Ispurwanto lahir pada tanggal 5 Februari 1957 di Malang, Jawa Timur.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar