Puisi: Puisi di Bangku Taman (Karya Kurnia Effendi)

Puisi di Bangku Taman

Hanya yang pergi meninggalkan petisi. Janji yang ditangisi.
Sesudahnya, waktu berlari, sendiri. Putih seperti aster yang
pucat. Dibalut kafan angin barat.

Penghuni baru tak menghapus kisah, justru menambahkan
halaman. Bingkai musim seindah ciuman yang tak direncanakan.
Memperlambat hari. Mematangkan ilusi.

Di luar suara yang memperdebatkan cinta, sepasang merpati
berpaut paruh. Mereka merelakan sebatang bulu sayapnya untuk
menulis puisi. Tentang sentuhan manis dan ucapan getir.

Hujan yang dikira hendak melenyapkan setiap catatan upacara,
di luar dugaan, justru mengekalkan. Pagutan kuat kata-katamu
seperti taring yang menangkap leher pasrahku.

Jakarta, 2011
Puisi: Puisi di Bangku Taman
Puisi: Puisi di Bangku Taman
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar