Puisi: Rambutmu, Herlina (Karya Kurnia Effendi)

Rambutmu, Herlina

Aroma hujan pada rambutmu, terhisap bagai candu
Di luar matamu: hanya gelap, malam yang mengendap
Pohon-pohon dengan seribu bayangannya
mempertegas warna larut di tanah basah Kayutanam

Percakapan masih meloncat-loncat, di antara gelas kopi
dan biji durian. Saat yang erotis, Warih yang mulai memperlihatkan
sihir kata-kata, Putu Fajar dengan ketenangan area; membuat Julia
berada pada bentangan jarak birahi yang meronta

Ketika satu demi satu orang 'menyeberangi malam'
Mungkinkah mereka diterima sebuah tempat lain, dengan
samar cahaya dan sentuhan tangan yang lain pula?
Mungkinkah - seperti keinginanmu - waktu terhenti
dan Kayutanam menjadi pemuda abadi?

Aroma hujan kembali tercium dari rambutmu
Tetes air yang ditampung dari sisi tenda, dari suara tawa kita
Dimabukkan cuaca yang terus gemetar, dibakar cahaya lampu
yang terus mencakar

Kayutanam, 9 Desember 1997
Puisi: Rambutmu, Herlina
Puisi: Rambutmu, Herlina
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar