Puisi: Syair Puncak (Karya Suminto A. Sayuti)

Syair Puncak

Jangan tanyakan puncak. Mendakilah terus ke Utara
Karna puncak tak pernah ada. Ialah kerendahhatian yang
diam tanpa suara
Maka kita pun dataran rendah. Sepetak sawah bagi petani kecil
Sejengkal kolam bagi ikan-ikan mungil. Rimbun daun bagi
birahi sepasang burung. Secercah cahaya bagi pejalan
larut. Sebaris fatwa bermakna
Sebait puisi abadi. Tak ada puncak ketika di ketinggian
Tak ada puncak ketika kemah hunian kita dirikan dalam diri

Yogyakarta, 2012
Puisi: Syair Puncak
Puisi: Syair Puncak
Karya: Suminto A. Sayuti

Catatan:
  • Prof. Dr. Suminto A. Sayuti lahir di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Oktober 1956.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar