Puisi: Tangisan Teratai Muda yang Tergusur dari Sebuah Danau Mati (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Tangisan Teratai Muda yang Tergusur dari Sebuah Danau Mati

Teratai muda itu telah kehabisan air mata
Ia menyanyi sejak abad pertama kehidupan
Matahari telah menguras seluruh air danau
Tanpa alasan.

Lautan kecil yang terdiri dari
otak-otak yang lebur dan mendidih itu
Kini telah kering kerontang
Dimakan kemarau salah musim.

Panah-panah nasib telah menusuki
Semua daun-daun pernafasannya
Tak ada lagi sumsum kesadaran mengisi pembuluhnya
Padahal dulu Budha menanamnya dengan tangan batinnya.

Teratai muda itu tahu sudah
Dirinya akan punah walaupun hujan
agama akan terus melimpah.

Puisi: Tangisan Teratai Muda yang Tergusur dari Sebuah Danau Mati
Puisi: Tangisan Teratai Muda yang Tergusur dari Sebuah Danau Mati
Karya: Sides Sudyarto D. S.

Catatan:
  • Sudiharto lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Juli 1942.
  • Sudiharto meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2012.
  • Sudiharto menggunakan nama pena Sides Sudyarto D. S. (Sides = Seniman Desa. huruf D = nama ibu, yaitu Djaiyah. huruf S = nama ayah, yaitu Soedarno).
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar