Puisi: Bagai Bermain Biduk (Karya Rayani Sriwidodo)

Bagai Bermain Biduk

Bagai bermain biduk
angin memberinya kelincahan
ombak meminta darinya perhatian
bintang menguakkan baginya kegelapan
karang mengajarkan untuknya keseimbangan
daratan menjanjikan terpetiknya pengalaman
namun
biduk masuk pusaran
menggelepar
oleh ombak
oleh cemas
agaknya muatan bergeser dari tempat yang pantas
atau melampaui takaran dari persyaratan alur

'Aku berat melepas mendiang'
bah, itu paradok yang hidup atas bayangan
sementara menggenggam saputangan
penghapus airmata kabung
simbol ungkapan arif:
'Cuma cacing tanah yang punya banyak waktu
untuk orang-orang yang sudah mati'

Demikianlah
kilat tikaman lingga di malam peluh
erang maut disusul sekian tubuh
terperosok ke dunia di sekian bilik bersalin
daratan lepas
tepi berpaling

Karet, 1969

Puisi: Bagai Bermain Biduk
Puisi: Bagai Bermain Biduk
Karya: Rayani Sriwidodo

Catatan:
  • Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
  • Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar