Puisi: Dari Sebuah Jendela (Karya Zainal Arifin Thoha)

Dari Sebuah Jendela

Jendela yang mengetuk-ketuk deras hujan
Adalah bayangmu yang tiba-tiba bersalam
Lalu kau buka mantel dan memeras
Gerai rambut yang bercucuran

Adakah yang lebih puitik
Ketimbang senyummu yang gemetar
Lalu binar mata dan bening suaramu
Menghaluskan ini jiwa dalam dingin yang nanar

Duduklah, nikmati kopi
Dan jangan dulu berkata-kata
Biarkan sejarah yang barusan berputar
Mengheningkan resah sembari
Memijit-mijit kalbu yang kepegalan

Oleh daun-daun yang menempelkan tangan di kaca
Jendela itu kembali terbuka

Mempersilakan tangismu menerobos
Bersama luruh angin yang luka.


Puisi Dari Sebuah Jendela
Puisi: Dari Sebuah Jendela
Karya: Zainal Arifin Thoha

Catatan:
  • KH. Zainal Arifin Thoha lahir di Kediri, pada tanggal 5 Agustus 1972.
  • KH. Zainal Arifin Thoha meninggal dunia pada 14 Maret 2007.

Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar