Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pada Suatu Bulan yang Cerah

pada suatu bulan yang cerah
kutemui sepasang mata
kujumpai sebuah hati baja
mendenyut kejantanan di buluh-buluh nadinya
menggunung kasih sayang di hatinya;
ia datang padaku
mengulurkan tangan padaku
berkata ia sebuah rumah yang teduh
aku seorang penghuni yang setia
datanglah padanya

pada suatu bulan yang cerah
kupasrahkan hatiku atasnya
dan ia menyambutku
dan dunia ketawa gelak
kami gelak
ia rumah yang teduh
dan aku penghuni yang setia
kami bersatu

demikian berbulan lewat
tangan kami bekerja sigap
menanam benih bakal hari datang kami
dan pada suatu bulan yang cerah
kami lahir kembali
mataku diambilnya
kulitnya ditirunya
"anak kami!"

kami bawa ia ke gereja
kami serahkan pada Jesus gembala
ketika tangan pendeta melekat di kepalanya
matanya bercahaya
tangannya bergerak dan kakinya menyepak-menyepak
ia amat manis dan sehat

tapi pada suatu bulan yang cerah
ia hilang dari pandangan kami
matanya terpejam dan hati kami tertikam
kami bawa ia ke rumahnya yang baru
rumah yang sunyi
jauh dari kehidupan
jauh dari caya terang

pada suatu bulan yang cerah
kami duduk di beranda depan
di tanganku buaian dan di tangannya boneka
kami berdiaman

tapi kami yakin kami akan lahir kembali
kami akan ke gereja kembali mendukungnya
dan kami akan beri ia nama matahari kehidupan
demikian pada suatu bulan yang cerah
hati kami kembali bertautan.

Juli, 1961

Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah
Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah
Karya: M. Poppy Hutagalung

Catatan:
  • M. Poppy Hutagalung lahir di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 1941.
  • M. Poppy Hutagalung, setelah menikah dengan penyair A.D. Donggo (pada tahun 1967), namanya menjadi M. Poppy Donggo.
  • M. Poppy Hutagalung merupakan salah satu penyair Angkatan 66.

Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar