Puisi: Pusara (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pusara

di sini tenggelamnya sebukit harapan dan cita-cita
antara kasih dan hidup yang diberkahi
padanya tertadah tangan bagi kebebasan dan kemuliaan
lalu jarinya berbicara, serta semua memberi salam

kalau tiba waktunya manusia menagih
atas janjinya untuk segala harapan dan cita-cita
maka menengadah ia dan mohon berkat
adakah kelapangan baginya untuk berdoa dan berselamat

karena tahu ia betapa manusia memanjanya
memberi penghiburan atas kebebasan yang tertekan
saat-saat hatinya disuburi harapan dan kehidupan kembang
hingga datanglah deritanya, serta semua memberi jalan

di sini tenggelamnya sebukit harapan dan cita-cita
ketika pudar cahaya bulan di atasnya
mengeluh aku dan mengangkat kaki dari sana

ah, manusia, dan atas kehendakmu yang terjadi
pohonkanlah padanya suatu arti:
hidup inipun bukan lagi mimpi yang diberkahi

Sumber: Majalah Mimbar Indonesia, 7 Juni 1958

Puisi: Pusara
Puisi: Pusara
Karya: M. Poppy Hutagalung

Catatan:
  • M. Poppy Hutagalung lahir di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 1941.
  • M. Poppy Hutagalung, setelah menikah dengan penyair A.D. Donggo (pada tahun 1967), namanya menjadi M. Poppy Donggo.
  • M. Poppy Hutagalung merupakan salah satu penyair Angkatan 66.

Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar