Puisi: Pantun Anak Cina Bermain Wayang (Karya Marah Roesli)

Pantun Anak Cina Bermain Wayang
(Pantun Sitti Nurbaya)

Anak Cina bermain wayang,
anak Keling bermain api.
Jika siang terbayang-bayang,
jika malam menjadi mimpi.

Terbang melayang kunang-kunang,
anak balam mati tergugur.
Jatuh ke tanah ke atas kembang,
kembang kuning bunga cempaka.
Jika siang tak dapat senang,
jika malam tak dapat tidur.
Pikiran kusut hati pun bimbang,
teringat kakanda Samsu juga.


Puisi: Pantun Anak Cina Bermain Wayang
Puisi: Pantun Anak Cina Bermain Wayang
Karya: Marah Roesli

CATATAN:
  • Marah Roesli (dieja Marah Rusli) lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 7 Agustus 1889.
  • Marah Roesli meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 17 Januari 1968 (pada usia 78 tahun).
  • Marah Roesli adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka.
  • Pantun di atas merupakan bagian dari buku Sitti Nurbaya (1920).
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar