Puisi: Pembidas (Karya Ajamuddin Tifani)

Pembidas

di Madyan, Rass, Sodom
    (mereka kehilangan keesaanmu, tapi mereka mencarinya lagi sekarang,
    bahkan itulah yang membawa mereka kepada berhala-berhala baru)
kami begitu majemuk di hadapanmu, saudara kandung kami sekarang
adalah benda-benda, ibu-bapa kami sekarang adalah uang dan
teknologi;  kami berguru kepada singa, mengimami nafsu kami

maaf, kedudukanmu kami geser ke tepi; sebab harta
lebih menarik, nyata dan asasi, kemajuan kami ukur dari materi
ke teknologi, benda dan harta adalah takaran manusia kami
    (perang memperanakkan perang, kelaparan dan kesombongan ras memberangus
    benua, gunung api dan banjir membarahkan derita
    mengusir kemanusian ke rimba tak bernama)

kami nikahi kemunafikan, kemungkaran, kebatilan, itulah sebabnya
mengapa kami begitu serakah, agama kami lihat dari bursa
modal besar dan komoditi, sekaligus menafsirkan firmanmu dalam
bahasa komputer, mesin dan angka-angka
    (seseorang, siapakah dia, menegakkan tauhid di tengah pasar
    dan orang-orang menertawakannya; ia tadahkan tangan ke langit
    orang-orang melemparinya dengan batu dan tinja; sekejap
    langit pun merah kesumba, menyalakan bara menjilatkan lidah
    api, telah dibasuh suatu kaum, telah...)


Puisi: Pembidas
Puisi: Pembidas
Karya: Ajamuddin Tifani

CATATAN:
  • Ajamuddin Tifani lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 23 September 1951.
  • Ajamuddin Tifani meninggal dunia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Mei 2002.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar