Puisi: Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada

Kau tahu, sudah lama aku mendinginkan dada
di depan lemari es itu. Ini hari, ketika matahari
yang kau tunggu kembali muncul dengan teriknya,
aku sudah diam di depan pintunya. Kutunggu ia
menyambut kedatanganku. Lalu bersalaman, berkata-kata
untuk beberapa jenak. Menyebut-nyebut yang fana dan
abadi: setelah itu kulemparkan batu kerikil ke liang
yang satu jua. Kutunggu lama suara sampainya...

Kau tahu. sudah lama aku berdiri di bukit ini juga,
memandang orang-orang yang turun dari perahu tua-
itu. Lalu berenang untuk berabad-abad...

Dan, kutunggu badai reda. Kucium banjir seperti
aku mengencani Adibah. Sebab, bencana dan bahagia
begitu dekat di bibir kita.

1997

Puisi: Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada
Puisi: Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada
Karya: Isbedy Stiawan ZS

CATATAN:
  • Isbedy Stiawan ZS lahir di Tanjungkarang, Bandar Lampung, pada tanggal 5 Juni 1958.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar