Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Lirik-Lirik Pagi (Karya Wiji Thukul)

|
Lirik-Lirik Pagi

Kubuka atap pagi:
kabut timur putih, biru puncak lawu
biru bayangan pepohon bukit
kehangatan menjelajari pelepah pisang
dan kulit jati, waru di kampung
ke sisi-sisi balik dedaunan, kisi rumah

tinggi hening puncak lawu
alam di langit tengadah
dialog semadi bisu:
: - siapa memadamkan bintang malam
hingga pucat dilanggar siang
membuat kantuk semak perdu

kilatan merah matahari di lengkung embun
rekan jatuh di tanah pagi
musik riuh hati yang sepi
dipukul, dipetik, digesek tangan-tangan
tangan-tangan rentangan kenangan
yang menggores hati dan kucur
yang menggores hati dan hilang
: - sahabat- sahabatku manusia
huruf-huruf puisi

Puisi: Lirik-Lirik Pagi
Puisi: Lirik-Lirik Pagi
Karya: Wiji Thukul

CATATAN:
  • Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
  • Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
  • Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.