Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Puisi Dua Matahari (Karya Wiji Thukul)

|
Puisi Dua Matahari

suatu hari aku bertamu ke rumah paman matahari
tidak disuguhi apa-apa malah dia bercerita:
banyak Orang telah menjadi Manusia kerna pernah
kubakar budinya dan kugosok-gosok hatinya dengan
Hikmahku
"aku juga ingin paman"
paman matahari senyum-senyum dan lantas tinggalkan aku
dengan cemas aku memburunya:
"pergi ke mana pama?"
"katanya ingin jadi manusia..."
lenyaplah kemudian paman matahari.

sejak itu aku belajar sendiri hampir putus-asa
tapi tidak.

suatu fajar pagi paman matahari muncul kembali
"paman aku menemukan lagi satu matahari!"
"benar nak. itu adalah dirimu sendiri"
sejak itu aku hidup dengan dua matahari:
matahari yang muncul di setiap pagi
dan matahari yang ada di dalam diriku sendiri.


Puisi: Puisi Dua Matahari
Puisi: Puisi Dua Matahari
Karya: Wiji Thukul

CATATAN:
  • Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
  • Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
  • Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.