Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Sajak Hari Demi Hari (Karya Wiji Thukul)

|
Sajak Hari Demi Hari

hari demi hari tanggal, gelisahku
kisah demi kisah tunggal, gelisahku
dosa demi dosa mengental, Tuhanku
tak cukup aku hanya dengan rasa malu
(di dalam kamar sekap diri)
tapi beri aku keberanian
merenggut topeng busana
telanjang menari berborok sekujur badan
di hadapan hadirin sahabat-sahabatku tercinta


Puisi: Sajak Hari Demi Hari
Puisi: Sajak Hari Demi Hari
Karya: Wiji Thukul

CATATAN:
  • Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
  • Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
  • Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.