Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Kenangan kepada STKN (Karya P. Sengodjo)

|
Kenangan kepada STKN

Bambang Tutuka
dilebur masuk dalam kawah
Candradimuka bergolak
bercampur segala warna
merah, biru, ungu
biru, biru, biru
ah, Amor, Psyche
dalam bentuk perawan telanjang
mulut lembut merah mengah-ngah
mengharap kecup
badan atletis, atletis
Olimpiade, London, Helsinki, New York
kota pencakar langit, kompleks-berkompleks
riuh ramai sepur di jembatan besi
negara kapitalis
Sovyet sosialis
Merdeka! Indonesia Merdeka!
kawah Candradimuka beramuk
merah, kuning, hitam
putih terlepas
mengawang
bersatu dengan embun
bergerak, ketawa riuh:
"tar, tar, tar"
mortir pecah
mayat gelimpangan.

4 Februari 1947

Sumber: Panca Raya (Juli, 1947)

Puisi: Kenangan kepada STKN
Puisi: Kenangan kepada STKN
Karya: P. Sengodjo

Biodata P. Sengodjo
  • P. Sengodjo (nama sebenarnya adalah Suripman) lahir di Desa Gatak, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada tanggal 25 November 1926.
  • Dalam dunia sastra, Suripman suka menggunakan nama samaran. Kalau menulis puisi atau sajak, ia menggunakan nama kakeknya, yaitu Prawiro Sengodjo (kemudian disingkat menjadi P. Sengodjo). Kalau menulis esai atau prosa, ia menggunakan nama aslinya, yaitu Suripman. Kalau menulis cerpen, ia juga sering menggunakan nama aslinya Suripman, tapi kadang-kadang menggunakan nama samaran Sengkuni (nama tokoh pewayangan).

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.