Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Gerimis Sehabis Kemarau Panjang (Karya Faisal Baraas)

|
Gerimis Sehabis Kemarau Panjang

ada muram
mengedip-ngedipkan bulu matanya
ada langit akhir tahun
menangis perlahan-lahan
ada pula angin telanjang
masuk kampung
sementara sisa tontonan
kulit jeruk, sesajen-sesajen
tertinggal
kenduri, tuak, mabuk-mabukan
kesedihan yang tunggal

1969

Sumber: Horison (Agustus, 1970)

Puisi: Gerimis Sehabis Kemarau Panjang
Puisi: Gerimis Sehabis Kemarau Panjang
Karya: Faisal Baraas

Biodata Faisal Baraas
  • Faisal Baraas lahir di desa Loloan Barat, Negara, Jembrana, Bali, pada tanggal 16 Agustus 1947.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.