Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Gus Dur (Karya Ikranagara)

|
Gus Dur

tatkala mesin pesawat terbang herkules menderu-deru di udara
membawa jenazah diterbangkan dari ibukota
ke jawa timur untuk disemayamkan di tanah kelahiran
hari masih pagi
kutulis puisi ini, gus dur,
karena puisi adalah mahkota
 
sosok sarwa jejak langkah kehidupanmu
hanya mampu ditampung lembar-lembar halaman multi bab
dalam novel-novel bhineka berjilid-jilid
dihidupkan oleh kalam aneka warna rasa kemanusiaan
para sastrawan yang cintanya
antar sesama manusia
saling jalin menjalin

dihidupi oleh nafas zaman anak cucu bangsa tercinta
serasa kudengar irama damai deru langkahmu yang tegar
menerobos rona cahaya matahari pagi hari
merasuk ke dalam relung waktu
tiba di gelanggang kehidupan generasi y.a.d.
 
hari masih pagi di akhir tahun
tatkala pesawat terbang herkules menderu di udara
kupersembahkan puisi ini untukmu, gus dur,
karena puisi adalah mahkota

31 Desember 2009

Puisi: Gus Dur
Puisi: Gus Dur
Karya: Ikranagara

Biodata Ikranagara
  • Ikranagara lahir pada tanggal 19 September 1943 di Loloan Barat, Jembrana, Bali.
Baca juga: Puisi Tema Lelah

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar