Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Yang Telah Lalu (Karya Faisal Baraas)

|
Yang Telah Lalu

meskipun kita sedih sekali waktu
ketika harus mengenang yang lalu
dalam remang cuaca dan warna ungu
bayang-bayang dirimu, bayang-bayang diriku
meskipun tak ada lagi rindu
yang biasa kita punahkan dalam gardu
di sudut taman yang kita jadikan kubu
bagi cinta kelabu, semua kelabu
meskipun anggerek di rumahmu
yang kita tanam dalam sumpah menyatu
telah lama merunduk layu
karena hidup yang ragu, tak mampu
meskipun semua itu
hadir dalam sepimu, sepiku
tapi ada yang mesti kita tahu:
kita berbeda dalam merasa sesuatu

1969

Sumber: Horison (Juli, 1971)

Puisi: Yang Telah Lalu
Puisi: Yang Telah Lalu
Karya: Faisal Baraas

Biodata Faisal Baraas
  • Faisal Baraas lahir di desa Loloan Barat, Negara, Jembrana, Bali, pada tanggal 16 Agustus 1947.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.