Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Mengapa Harus Gelisah (Karya Surachman R.M.)

|
Mengapa Harus Gelisah


Mengapa harus gelisah, saudara
mengapa kita harus gelisah
Hujan tumpah terus-terusan
Beban ancaman menekan

Bencana tetap berulang, saudara
bencana bakal tetap berulang
Di satu subuh tanggul bedah
Air menyambar atap rumah

Ditenung jadi lautan, saudara
ditenung darat jadi lautan
Kemana larinya bintang waluku
(Pedoman kita sepanjang waktu)

Tak bisa kita mengeluh, saudara
tak bisa lagi kita mengeluh
Bila ternak terseret hanyut
Benda tak sempat terangkut

Sumbangan hilang di jalan, saudara
sumbangan sering hilang di jalan
Percuma saja orang dermawan
Beras, selimut, obat-obatan

Kami tahan lapar dan dingin, saudara
kami coba tahan lapar dan dingin
Namun si bungsu kuyup biru
Dan abangnya belum ketemu

Siapa jadinya yang salah, saudara
siapa lagi jadinya yang salah
Tiap musim kami beramai-ramai
Dikerahkan menambal tanggul sungai


Sumber: Horison (Juli, 1966)


Surachman R.M.
Puisi: Mengapa Harus Gelisah
Karya: Surachman R.M.

Biodata Surachman R.M.:
  • Surachman R.M. lahir pada tanggal 13 September 1936 di Garut, Jawa Barat.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar