Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Surat dari Ibu (Karya Daelan Muhammad)

|
Surat dari Ibu


hai nak, kenapa engkau berduka
berpijak pada bumi penuh tangis
bagai berpijak pada bara
atau di jalan yang rintis?
kenapa engkau bermata redup
bermukim dalam alam penuh sungut
bagai bermukim dalam sungkup
atau di angin yang ribut?
singgahlah sayang di pelukan ibu
karena sepasang atap di bumi manis
telah menunggu dalam gerimis
istirahatlah sayang di hati ibu
karena ketenteraman yang telah hanyut
meski kembali lagi berpaut


Sumber: Horison (Juni, 1968)


Puisi Daelan Muhammad
Puisi: Surat dari Ibu
Karya: Daelan Muhammad

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar