Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Pendulum (Karya Mochtar Pabottingi)

|
Pendulum


Dosa apakah yang dilakukan orang-orang Yahudi
sehingga mereka dibunuhi dan dibakar hidup-hidup
Semenjak Musa, mereka menjadi buronan
yang terpencar dan menderita
Di Rusia dan di Jerman mereka orang-orang terhina

Dosa apakah yang dilakukan orang-orang Palestina
sehingga mereka dihalau dari rumah-rumahnya
yang tenteram
Dibantai orang-orang Israel dan diajar bagaimana
menjadi barbar

Dosa apakah yang dilakukan orang-orang Vietnam
dan orang-orang Bihari
dan orang-orang Asia di Afrika
dan orang-orang Islam di Philipina

Dosa apakah yang dilakukan manusia di seluruh dunia
sehingga mereka tak lagi berbahagia

Dunia kita adalah lukisan abstrak
yang semakin dipertegas garis-garisnya
dengan darah
Patung-patung Michael Angelo tidak lagi mempesona
karena telah berobah imaji kita tentang manusia

Dosa apakah yang telah kita lakukan
sehingga tak lagi kita diami dunia dalam damai purba
Dosa apakah yang telah kita lakukan
sehingga kita ternganga
memandang anak-anak kita menatapkan mata mereka
seperti serigala
yang siap mencakar dan mengunyah jantung kita
dengan lahapnya

Pendulum itu berdentam-dentam juga
Bolak-balik. Tak ada yang bisa menahannya
Kalau aku ingatkan tentang Saladin ketika ia kembali
memasuki Palestina
engkau akan tertawa dengan penuh curiga
Kalau aku berkhotbah di atas mimbar tentang hidup suci
engkau juga akan jijik
Begitulah seterusnya
sampai kita dengarkan dentam pendulum itu
untuk terakhir kalinya


Sumber: Horison (November-Desember, 1978)

Mochtar Pabottingi
Puisi: Pendulum
Karya: Mochtar Pabottingi

Biodata Mochtar Pabottingi:
  • Mochtar Pabottingi lahir pada tanggal 17 Juli 1945 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar