Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Bila Kabut Berserakan (Karya A.A. Navis)

|
Bila Kabut Berserakan


Akhirnya berserakan juga kabut yang menyungkup
yang bertumpuk tertahan di ujung gunung
berserakkan dihembus angin balau itu.

Dan teranglah lagi siang yang lama gelap
serta mentari mengering lumpur jadi debu.

Kiranya mentari memberi tanda
pada bayangan yang disangsikan
— hari sudah tinggi —
Biarlah....

Tertegak di persimpangan yang lama membimbang
serta sempoyong dilanda orang lalu
lenyap segala.

Ini jalan sudah terang
ke sana aku tuju.

Habis segala, tinggal lenyap cerita lama
kaki yang lama kaku kejang dulu
bergerak lagi, bergerak
laju.



16 Maret 1951

A.A. Navis
Puisi: Bila Kabut Berserakan
Karya: A.A. Navis

Biodata A.A. Navis:
  • A.A. Navis (Haji Ali Akbar Navis) lahir di Kampung Jawa, Padang Panjang, Sumatra Barat, pada tanggal 17 November 1924.
  • A.A. Navis meninggal dunia di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 22 Maret 2003 (pada usia 78 tahun).
  • A.A. Navis adalah salah satu sastrawan angkatan 1950–1960-an.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar