Tidak setengah-setengah.

Puisi: Pada Kala Aku Mengambil Air (Diterjemahkan oleh Amir Hamzah)

|
Pada Kala Aku Mengambil Air


Pada kala aku mengambil air dari sungai Yamuna,
Dipandang Krishna senda
Dengan mata-Nya yang raya
Tertawa bertanya

Kendiku telungkup aku pun lalu
Penuh heran dan ragu.
Semenjak itu semayam Ia dalam kalbuku
Krishna berambut ikal.

Hentikan segala mantera
Jauhkan penawar semua
Lepaskan aku dari akar dan jamu!

Bawakan daku Krishna berambut hitam
Bawakan daku Krishna bermata-cuaca!

Alisnya busurnya —
Pandang panahnya
Dibidiknya — lepaskan — tepat!



Sumber: Setanggi Timur (1939)


Tengku Amir Hamzah
Puisi: Pada Kala Aku Mengambil Air
Diterjemahkan oleh: Amir Hamzah
Karya: Meera


Biodata Amir Hamzah:
  • Amir Hamzah memiliki nama lengkap Tengku Amir Hamzah Pangeran Indra Putera.
  • Amir Hamzah adalah salah satu sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru (angkatan '30-an atau angkatan 1933).
  • Amir Hamzah lahir pada tanggal 28 Februari 1911 di Binjai, Langkat, Sumatra Utara.
  • Ayahnya bernama Tengku Muhammad Adil (meninggal dunia pada tahun 1933).
  • Ibunya bernama Tengku Mahjiwa (meninggal dunia pada tahun 1931).
  • Amir Hamzah menikah dengan seorang perempuan bernama Kamiliah pada tanggal 1937. Pernikahan ini tersebut dikaruniai seorang anak bernama Tengku Tahura.
  • Amir Hamzah meninggal dunia pada tanggal 20 Maret 1946.
  • Amir Hamzah adalah salah satu pendiri majalah sastra Pujangga Baru (bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane) pada tahun 1932.
  • Dalam dunia sastra, Amir Hamzah diberi julukan Raja Penyair Zaman Pujangga Baru.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar