Puisi: Menurut Sastro (Karya F. Rahardi)

Puisi | Menurut Sastro | Karya | F. Rahardi |
Menurut Sastro


yogyakarta, senin
menurut ingkang mbaurekso gunung kidul
raden mas sastro menggolo amangku swargo neroko
situasi kota wonosari dan sekitarnya menjelang kiamat berada
dalam keadaan stabil aman tertib dan terkendali
ini semua bisa terjadi berkat adanya kemanunggalan yang tulus
antara aparat petani dengan singkong ubijalar jagung dan kambing
menurut sastro
seratus gali sudah ditembak mati
ini penting untuk mengamankan pelaksanaan kiamat yang
akan datang dan rongrongan
segelintir oknum yang tak bertanggungjawab
kiamat itu sungguh sebuah peristiwa besar kata sastro selanjutnya
itulah sebabnya seluruh umat gunung kudul wajib
berperan serta demi suksesnya
kiamat tersebut
sastro menjelaskan bahwa kiamat adalah suatu pesta demokrasi
yang paling murni di bumi ini
dalam kesempatan langka tersebut kita bisa langsung
bertatap muka dengan tuhan
menyenggolnya
tersenyum dan
konsultasi macam-macam
itulah sebabnya kalau sampai saat ini
masih juga ada suara-suara sumbang yang bilang bahwa
kiamat itu tidak perlu
membuang-buang ongkos
hanya sandiwara
sudah diatur dari atas sana dan sebagainya
maka oknum yang bersuara tersebut
jelas belum memahami arti penting undang-undang perkiamatan
yang telah disahkan alam barusan
dus oknum tersebut jelas bukan warga gunung kidul
yang baik
akhirnya dalam kesempatan ini sastro juga
membantah dengan tandas anggapan sementara orang yang
mengatakan bahwasanya dalam kiamat yang
akan datang ini tuhan akan keluar sebagai pemenang
itu belum tentu katanya
tergantung kalian


Sumber: Horison (Maret, 1984)

Floribertus Rahardi
Puisi: Menurut Sastro
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.

Posting Komentar