Puisi: Persembahan (Diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono)

Puisi | Persembahan | Sapardi Djoko Damono | Czesław Miłosz |

Persembahan



Kau yang tak bisa kuselamatkan,
Dengarkan aku.
Cobalah pahami bicara sederhana ini sebab aku malu pada orang lain.
Demi Tuhan, aku tak akan menyihirmu.
Aku bicara padamu diam bagai seserpih akan atau sebatang pohon.

Apa yang menguatkanku? Kau membunuh pelan-pelan.
Kauaduk lewatnya suatu jaman dan awal jaman yang baru,
Kauaduk sumber kebencian dengan keindahan lirik,
Kauaduk kekuatan gila dengan bentuk yang sudah pasti.

Inilah lembah sungai-sungai dangkal Polandia. Dan
sebuah jembatan maha besar tersaput kabut putih. Inilah kota hancur.
Dan angin melemparkan jerit camar ke kuburmu
Ketika aku berbicara padamu.

Apa pula puisi yang tak menyelamatkan
Bangsa dan rakyat?
Sikap menutup mata terhadap kebohongan resmi,
Nyanyian serak pemabok yang akan segera dihukum mati,
Bacaan bagi gadis-gadis lepasan SMA.
Bahwa aku mendambakan puisi bagus tanpa menyadarinya,
Bahwa aku toh menemukan maksudnya yang menyehatkan jiwa raga;
Hanya dalam puisi inilah aku menemukan penyelamatan.

Mereka biasanya menebarkan berbagai biji-bijian
Memberi makan para leluhur yang datang menyamar sebagai burung.
Kuletakkan buku ini di sini untukmu, yang pernah hidup.
Agar tak usah lagi kau menengok kami.


1945

Sumber: Horison (Januari, 1981)

Puisi Sapardi Djoko Damono
Puisi: Persembahan
Diterjemahkan oleh: Sapardi Djoko Damono
Karya asli: Czesław Miłosz

Profil Sapardi Djoko Damono:
  • Sapardi Djoko Damono lahir pada tanggal 20 Maret 1940 di Solo, Jawa Tengah.
  • Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada tanggal 19 Juli 2020.

Profil Czesław Miłosz:
  • Czesław Miłosz adalah seorang penyair yang berasal dari Polandia, yang lahir pada tahun 1911 dan mulai menyiarkan sajak-sajaknya pada tahun 30-an. Ia dianggap sebagai salah satu pelopor gerakan Pelopor Kedua, yang merupakan reaksi terhadap gerakan Skamander dan Pelopor Pertama dalam sastra Polandia.
  • Sajak-sajak Milosz kebanyakan menampilkan citraan yang sangat erat hubungannya dengan daerah Lithuania, yakni tanah kelahirannya. Dan istilah klasikisme yang diterapkan untuk puisinya menunjukkan bahwa karya Milosz menampilkan percobaan-percobaan yang masih erat kaitannya dengan puisi klasik Polandia. Karya-karya puisinya mencakup bentuk-bentuk yang banyak ragamnya, mulai dari puisi ejekan sampai catatan-catatan impian. Milosz sendiri mengatakan bahwa sajak-sajaknya merupakan naiv kekanak-kanakan tentang benda-benda.
  • Milosz meninggalkan Polandia di awal tahun 1951 dan tinggal selama 10 tahun di Prancis sebagai karyawan lepas. Ia juga mengajar sastra Slavia di Universitas California di Berkeley.
  • Sajak yang diterjemahkan ini diambil dari bunga rampai puisi Polandia sehabis perang, yang disunting dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Milosz sendiri, Post-War Polish Poetry (1970).

Posting Komentar