Puisi: Obituari (Karya Wahyu Prasetya) Obituari menghabiskan seluruh malam hari lampu yang melekat di mata orang ramai sedang di kegelapan, belantara lelaki siapa begitu kecongkakan tiba r…
Puisi: Potret Lelaki Penempuh (Karya Herwan FR) Potret Lelaki Penempuh Gibran mengajarimu bersilaturahmi dengan diri sendiri. Kesetiaan, teka-teki yang selalu tersimpan dalam tubuh. Kata-kata tidak…
Puisi: Hutan Cemara (Karya Wayan Jengki Sunarta) Hutan Cemara hanya ular di rerimbun daun cemara. mendesis pun kabut di hati kita. mendesis "tuangkan desis itu lekas ke dalam hau…
Puisi: Seekor Sarajevo (Karya F. Rahardi) Seekor Sarajevo Seekor lapar seekor dingin seekor gemetar dan sakit seekor mimpi buruk dan luka-luka seekor berdarah dia ingin sekali ma…
Puisi: Di Jimbaran Aku Mengenangmu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Di Jimbaran Aku Mengenangmu mengenangmu laut hasrat akan paras bulan namun hanya pendaran lampu lampu restoran merambati mimpi …
Puisi: Aceh Satu (Karya: Fikar W. Eda) Aceh Satu (Lady's Night) Tanpa kerudung tanpa mukena melenggang di jalan sunyi singgah di masjid membasuh muka dosa tak kenal waktu…
Puisi: Situs Candi Gunung Kawi (Karya Wayan Jengki Sunarta) Situs Candi Gunung Kawi Bayangan candi: wujud masa silam yang meleleh ke dalam genang kenangan seorang bocah gembala Penggalan kepala pat…
Puisi: Anakku Belajar Berdoa (Karya Wowok Hesti Prabowo) Anakku Belajar Berdoa pulang kerja shift dua isteriku membuka pintu dengan air mata anakku dengan wajah kapas di dipan tidur pulas anak kita mas, ist…
Puisi: Tamu (Karya Husnul Khuluqi) Tamu buka selalu pintu rumahmu dan sediakan sebuah kursi tamu bagi yang datang mengunjungimu dengarlah ceritanya tentang duka dan hari-harinya jangan…
Puisi: Surat Luka buat Yvonne (Karya Widodo Arumdono) Surat Luka buat Yvonne yvonne. di antara taman wijaya kusuma bunga lily daunnya berguguran perlahan berubah warna pada gugusan cuaca luka tanah basah…
Puisi: Menggali Luka (Karya Widodo Arumdono) Menggali Luka Kugali luka dari lubang dunia "ke mana amis nafas mengirim beritanya ketika hati bumi menguakkan ozon jingga ke wajah langit matah…
Puisi: Stanza Air Mata (Karya Nurhayat Arif Permana) Stanza Air Mata yang berurai mengalir merayap itu adalah tetesmu nyimpan naluri embun hening dalam pupusnya padang semesta nembang amarah sunyi diaml…