2015

Puisi: Ngupil (Karya F. Aziz Manna)

Ngupil yang berlubang selalu nantang sogokan, tak peduli iseng, gemas, atau keranjingan. serupa arkeolog muda penuh gairah aku disengat …

Puisi: Pezinah Pertama yang Masuk Surga (Karya Agus Noor)

Pezinah Pertama yang Masuk Surga  (1) Rasanya belum lama Kita nikmati Dosa pertama Dan kini mereka akan membakar kita Selepas subuh…

Puisi: Tangga ke Mahawu (Karya Acep Zamzam Noor)

Tangga ke Mahawu Aku hanya menghitung sejumlah jari Pada tanganku. Tak ada Rosario lapis lazuli Atau tasbih pandan suji dalam genggamanku …

Puisi: Cipatujah (Karya Acep Zamzam Noor)

Cipatujah Aku mengumpulkan lembar demi lembar daun Pada hamparan pasir. Di bawah rimbun ketapang Segala kesedihan dunia kupadatkan menjadi s…

Puisi: Klotokan dan Sahur (Karya Ahmad Yani AZ)

Klotokan dan Sahur (Merindu Ramadhan) Tak pernah kutemukan bulan dari pecahan irama-irama malam selain gemerincingnya yang membangunkan titian lampau…

Puisi: Memasuki Ramadhan (Karya Alex R. Nainggolan)

Memasuki Ramadhan - halasan nainggolan memasuki ramadhan, kerapkali aku terkenang ayah. ia yang tabah seperti cahaya doa. hanya sepir…

Puisi: Datanglah ke Negeriku (Karya Jose Rizal Manua)

Datanglah ke Negeriku Datanglah ke negeriku Akan kau jumpai di sana Sambutan hangat Dari keramahan rakyatnya Dari keragaman budayanya Musim panas aka…

Puisi: Memandai Keris (Karya Raedu Basha)

Memandai Keris Besi-besi dingin hatiku dikecup kabut pagi harimu kudentang pukulan pandai dalam pengapian …

Puisi: Layangan (Karya F. Aziz Manna)

Layangan musuh kami bukan lagi reranting dan daunan yang mudah disogrek benang gelasan. tembok dan kabel lebih dempal dan bebal. jika ta…

Puisi: Dalam Ruang Orkestra (Karya Irawan Sandhya Wiraatmaja)

Belgrade: Dalam Ruang Orkestra Ruang sunyi. Tak ada suara. Hanya gerak mata Ketika dimainkan musik daun-daun. Mengalir ke muara Aku tak mengenalmu. T…
© Sepenuhnya. All rights reserved.