Puisi: Menjadi Kemacetan (Karya M. Aan Mansyur) Menjadi Kemacetan Kita lelah dan mesin-mesin ini tidak tahu bergerak. Kauingin aku jadi sesuatu yang ringan dan pandai terbang. Aku lebih suka andai …
Puisi: Mengingat Pesan Ibu (Karya M. Aan Mansyur) Mengingat Pesan Ibu Setelah sampai di perhatian terakhir sajak ini, kau ingat pesan ibumu. Seluruh yang kau miliki bukan yang kau mau. Seluruh yang k…
Puisi: Menelepon Kau (Karya M. Aan Mansyur) Menelepon Kau Apakah kau ada di sana? Apakah kau ada? Apakah kau? Di pusat malam, dari dalam diriku Seorang peragu bertanya-tanya. Apakah cuaca kuran…
Puisi: Jendela Perpustakaan (Karya M. Aan Mansyur) Jendela Perpustakaan Langit menyentuh buku-buku pada sore hari ketika para pengunjung diminta berhenti membaca. Seorang petugas akan menutupnya dan t…
Puisi: Menyunting Sajak Untukmu (Karya M. Aan Mansyur) Menyunting Sajak Untukmu Jangan banyak bicara. Di pusat tiap kata ada sesuatu yang selalu siap meledakkan pembuluh darahmu. Halus dan berbahaya seper…
Puisi: Mendengar Radiohead (Kary: M. Aan Mansyur) Mendengar Radiohead Aku ingin belajar menangis tanpa air mata, perasan perasaan- perasaan yang lembap. Aku percaya ada perihal semacam itu; peri yang…
Puisi: Menjatuhkan Bintang-Bintang (Karya M. Aan Mansyur) Menjatuhkan Bintang-Bintang Aku akan menggulung langit malam seperti karpet Turki dan menjualnya kepada penawar tertinggi. Akan aku lepaskan binatang…
Puisi: Memimpikan Hari Libur (Karya M. Aan Mansyur) Memimpikan Hari Libur Bunga-bunga di beranda tertawa melihat orang-orang melintas membawa kendaraan berlibur ke tempat ramai. Kemacetan, supermarket,…
Puisi: Seekor Kucing dan Sepasang Burung (Karya M. Aan Mansyur) Seekor Kucing dan Sepasang Burung Ada sangkar besar di tubuh kecil setiap burung. Surga bagi para pecinta burung, tempat mereka terperangkap lupa dir…
Puisi: Catatan Seorang Pedagang di Pasar Terong Makasar (Karya M. Aan Mansyur) Catatan Seorang Pedagang Di Pasar Terong Makasar Dulu aku tak percaya orang lain berani mengusirku dari rumah sendiri. Tapi kota ini memaksaku paham …
Puisi: Menjadi Hantu (Karya M. Aan Mansyur) Menjadi Hantu Aku ingin tidur seharian di sepatumu saat kau pergi ke kantor menggunakan sepatu lain. Menunggumu di rumah tanpa mengeluh. Aku ingin ja…
Puisi: Mengisahkan Kebohongan (Karya M. Aan Mansyur) Mengisahkan Kebohongan Selalu kau ceritakan tentang seorang laki-laki tua yang mencintai taman kota. Dia senang bicara kepada pohon. Dia sedih karena…