Postingan

Puisi: Hari Naas Bulan Naas (Karya F. Rahardi)

Hari Naas Bulan Naas pada hari naas bulan naas pada tanggal buruk tahun buruk dikumpulkanlah genderang-genderang dan palu-palu dan ditiupl…

Puisi: Menjahit Duka (Karya A. Munandar)

Menjahit Duka "Terbangun sendiri dan hanya sendiri menjahit duka." Pernah kucoba membuka hati dari seb'ah janji tanpa tepati Pernah kuc…

Puisi: Kolom-Kolom A (Karya F. Rahardi)

Kolom-Kolom A jadi mulai saat ini kita harus lebih berhati-hati terhadap : sunyi sebab apapun yang ia tampilkan balet – opera – dram…

Puisi: Impian Usai (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Impian Usai impian usai di akhir napak tilas yang bergegas galau meraba getir takdir gagu membaca jejak aksara di tapak tangan ingatka…

Puisi: Yell-Yell (Karya F. Rahardi)

Yell-Yell Kita berkata lapar kita berkata haus kita berkata sunyi kita mengharap ia bagikan kepastian-kepastian kita menuntut nama-nam…

Puisi: Bulu Mata Galuh Cempaka (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Bulu Mata Galuh Cempaka (bila harum dan subur bunga-bunga sekelilingku hanya melahirkan duka lara maka engkau datang percuma saja; bertahun sudah gum…

Puisi: Tanah tak Bermusim (Karya Ariffin Noor Hasby)

Tanah tak Bermusim Di tanah tak bermusim itu pabrik-pabrik mengucapkan gelisah hutan yang bertahun menyesatkan muara sungai sampai kudapat kabar tent…

Puisi: Simpan dalam Diam (Karya Mita Sari)

Simpan dalam Diam Nabastala biru mengingatkanku padamu Derai hujan dan anika menjadi satu Ingin mendekap namun raga tak sanggup Masi terukir jelas da…

Puisi: Menjilat Lampu (Karya F. Rahardi)

Menjilat Lampu lampu-lampu yang asin dan lidah-lidah yang menyala telah mulai menggaruk-garuk dirinya dengan mata yang sudah benar-benar …
© Sepenuhnya. All rights reserved.