loading...

Tea on the Rock

Kenangan padamu bagai butiran es
mengambang dalam segelas teh tawar.
Dan rambut malam tergerai menyergap bulan
yang tersipu di seprai cakrawala. Kuseduh
teh hangat keemasan: manis dan kental.
Namun selalu saja butiran-butiran es menjelma
di dalamnya, berenang-renang seperti kenangan,
melarutkan tubuhku ke dalam tubuhmu
yang kekal. Kenangan padamu
membuat lautan menjadi teh tawar
dan ikan-ikan menjelma butiran es berlarian
kian kemari dalam nadiku. Hari-hari kita yang jingga
melambaikan tangannya dari jauhan
luput dari genggaman. Aku pun harus membuka kembali
kitab-kitab sejarah dari abad-abad silam
kadang mengembara ke gua-gua
mengeja rajah-rajah purba di sana
untuk menemukan kembali degup rindumu,
kudus senyummu, rinai tawamu,
hangat pelukmu, yang baru kemarin berlalu.
"Dan manakala sejarah menggemakan kembali
malam-malam asmara, cinta pun menjelma
menjadi butiran-butiran es
yang meleleh di sela-sela jemari
menetes pada tawar hari-hari
yang mengigaukan namamu tak henti-henti.

"Agus R. Sarjono"
Puisi: Tea on the Rock
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top