TRENDING NOW

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tak Ada Tempat Buatmu

langsung tercium aroma negeri
begitu kembali kudaratkan kaki
hirukpikuk suara sarat di udara
lalulalang sorot mata curiga

tiga tahun kemudian
terjadilah perubahan
gemuruh suara kebebasan
tak henti berkumandang

orang-orang yang diculik
orang-orang yang disekap
orang-orang yang ditembak
lenyap dari catatan sejarah

ramai orang naik ke panggung
tak ada lagi yang mau turun
terlambat pasti tersingkirkan
banyak yang mabuk kepayang

aku turut jadi penonton
bersama banyak orang lain
tentu kami ingin ke panggung
namun kami sudah tak kebagian

hirukpikuk tetap berlangsung
tak ada tempat buatku
tak ada tempat buatmu

Jakarta, 1995-2011
Puisi: Tak Ada Tempat Buatmu
Puisi: Tak Ada Tempat Buatmu
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tukang Sampah

sampah sudah pindah ke gerobak
pagi-pagi tukang sampah mengangkutnya
sebelumnya sampah seolah mengejek:
“dasar pemalas membiarkan kami tergeletak
kalian  tak mabuk oleh bau kami?”

perlahan tukang sampah menarik gerobak
berbagai macam sampah berhimpit sesak
bau tajam pun amat tajam menyengat
menjadikan cerah pagi terusik

kini sampah telah menghilang
namun sungguh sangat sayang
sampah-sampah di tubuhku
sampah-sampah di jiwaku
sampah-sampah di pikiranku
tak kutitip ke tukang sampah

Jakarta, 26 Oktober 2011
Puisi: Tukang Sampah
Puisi: Tukang Sampah
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surat Cinta

    (sekitar 52 tahun lalu
    saya ingin menulis surat cinta
    buat seorang gadis yang mempesonaku
    surat itu tak jadi kukirim
    selain malu saya tak berani

    seandainya waktu itu sudah ada sms
    jariku akan gemetar menekan hurup
    sms pun tak jadi dikirim

    surat tak terkirim itu
    antara lain berbunyi) :

engkau ibarat bulan
cahyamu menuntunku
menuju rumahmu

engkau adalah bintang
kerlap-kerlip cahyamu
adalah kedipan mata indah

kau jadikan malamku penuh rindu
siangku ayunkan langkah cepat
untuk segera menemuimu

hanya engkau, gadisku
tak ada yang lain
dermaga cintaku

hanya engkau, gadisku
tak ada yang lain
wajah yang hiasi mimpiku

hanya engkau gadisku
tak ada yang lain
mahligai hidupku

    (pendeknya banyak kata
    penuh sanjung puja
    namun tak pernah terkirim

    untung tidak
    gadisku ketemu jodoh
    dan dia tampak bahagia

    puluhan tahun berlalu
    kami tak pernah ketemu
    tentu dia punya banyak cucu
    sebanyak cucuku

    tentu saja tak mungkin
    kukirim surat lagi
    saat remaja saja tak berani
    apalagi sesudah jadi kakek

    surat cinta masa lalu
    walau tak jadi dikirim
    tetap manis dikenang)

Jakarta, 17 Oktober 2011
Puisi: Surat Cinta
Puisi: Surat Cinta
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
MUDIK

Berbekal kenangan
berbekal kerinduan
pulanglah aku ke pangkuanmu

Kucuci debu kota di tubuhku
kusorotkan mata ke hijau pohonan
kudengarkan tutur kata ramah
kisah-kisah masa indah

Namun perlahan terasa
sudah banyak berubah
kampung udikku telah berganti

Denyut gelisah mulai berdegup
tak heran bila ada mal dan kafe
pasar tradisional pun tergusur

Padahal ingin kululur tubuh dan jiwaku
pada lumpur sawah-sawah
pada jernih sungai masa kecil

Mungkin tak ada mudik tahun depan
karena rumah udik telah hilang

Jakarta, 8 September 2011
Puisi: MUDIK
Puisi: MUDIK
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
RINDU

kukirim rindu lewat angin
melintasi lautan
menerobos mendung
sampai kini tak pulang

rindu orang-orang malang
hidup dalam impian
bergelimang harapan
tak kunjung datang

bila rindu tak kembali
bila mimpi tak pernah usai
jangan larut dalam ciut hati
harapan terserak, kita rajut lagi

bila tetap bergemuruh rindu
ruh di tubuh pun masih utuh

Jakarta, 3 September 2011
Puisi: RINDU
Puisi: RINDU
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Duka Tekawe

berbekal harapan
kau ke negeri orang
menaklukkan nasib

kau sangat yakin
tak ada lagi dapat diraih
di negeri sendiri

berbekal doa keluarga
kau kucurkan keringat
di rumah majikan

bekalmu tak cukup
menghalau nasib malang
duka nestapa di negeri orang

kau kirim duka ke kampung
luka-lukamu terajam siksaan
keluarga menanggung sakit

Jakarta, 23 Juni 2011
Puisi: Duka Tekawe
Puisi: Duka Tekawe
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Singkat Konyol
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Aku Ingin

Aku ingin seperti rumput dan bunga-bunga
Tarianku tercipta dari angin dan matahari
Rinduku diasuh malam dingin dan embun pagi
Dipestakan bintang-bintang di langit lazuardi

Kini, di dadaku bersarang galau dan gulana
Suaraku menghilang di batas segala sabda
Kehormatan terasa kabur di wajahku

Bila kumati
Adalah sebuah buku harian kelabu
Buat anak-anak malang di sebuah negeri
Yang tak kunjung bangkit, bisu untuk menjerit

Aku ingin seperti rumput dan bunga-bunga
Di taman nenek moyangku yang tercinta

Iowa City, 1976
Puisi: Aku Ingin
Puisi: Aku Ingin
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Sajak Galau
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
WAKTU

berteduhlah sekalipun di luar hanya gerimis
dan kita terbiasa menghadapi amuk badai
kita jadi lupa apakah siang atau sore hari
sekali tik-tak waktu menguap habis

Makassar, 1982
Puisi: WAKTU
Puisi: WAKTU
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Senja yang Hilang
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
GEDUNG

lelaki tua itu terdiam di gerbang parlemen
inikah gedung yang ramai dibicarakan
konon di situ bisa tidur dan diam saja

berapa ribu seperti gubukku bisa dibangun
katanya, bakal ada lagi gedung mewah
agar mereka lebih santai lebih senang

andai masih muda aku mau bertarung
tentu tidak terlunta bila aku beruntung
lelaki itu senyum seraya sandar di gerbang

dia hampir terjatuh
saat melangkah gagah
kakinya tersandung batu

Jakarta, 24 September 2010
Puisi: GEDUNG
Puisi: GEDUNG
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Lucu
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Membagi Harapan

kulihat kau terhuyung-huyung
dengan erat kau peluk sesuatu
“hei, benda apa itu” tanyaku,
“sangat hati-hati kau menjaganya”

tampak kau enggan menjawab
namun saat aku mau bertanya lagi
lantang singkat kau berkata:
“harapan”

harapan, itu bukan benda nyata
kau peluk sesuatu yang tak berwujud
tapi kau tetap melangkah ke depan
bagai menggendong beban berat

kau akan apakan harapan itu
siapa pula yang membutuhkannya
di awal tahun ini, kau berbuat sia-sia
tajam tatapanmu mukamu penuh amarah

inilah yang sangat berharga tahun ini, katamu
akan kubwa ke berbagai desa di lembah sana
mereka sudah lama menunggu harapan ini
jadi akan kubagi seadilnya pada setiap rumah

aku rindukan senyum mereka
aku rindukan sinar mata mereka
ketika kusodorkan harapan ini ke genggamannya
katamu pasti, seraya bergegas melangkah

Jakarta, 2010

Puisi: Membagi Harapan
Puisi: Membagi Harapan
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Suamiku Surgaku