Sepenuhnya

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Dari Pelukis buat Penari (Karya Acep Zamzam Noor)

Puisi: Dari Pelukis buat Penari (Karya Acep Zamzam Noor)

Dari Pelukis buat Penari

Lenganku mengikuti geliat udara, gemulai mega
Serta cuaca yang padat oleh kepak camar
Dalam naungan senja. Tubuhku menyerap ombak
Sekaligus menampung hempasan angin sakal
Lalu meliuk mengimbangi pasang, mengatasi topan
Bersama malam aku terus mengayuh sampan
Kekekalan. Melewati pelayaran demi pelayaran
Melampaui pendakian demi pendakian
Sembahyang demi sembahyang
O, kedip matamu, penariku idaman
Kesatuan roh dan badan
Tarianmu keheningan subuh, kebeningan ufuk
Yang jauh. Sujud dan rukuk
Kekhusyukan yang dipadatkan rindu
Bersama fajar lukisanku menggali cahaya
Menyulut sumbu waktu. Darah dan airmata
Warna-warna yang disemburkan kedalaman batu.

1984

Puisi: Dari Pelukis buat Penari
Puisi: Dari Pelukis buat Penari
Karya: Acep Zamzam Noor
Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar (Karya Acep Zamzam Noor)

Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar (Karya Acep Zamzam Noor)

Pasar Kumbasari, Denpasar

Mungkin bukan sinar bulan
Yang menyalakan permukaan sungai
Tapi di sepanjang jalan ke arah pasar
Bakul-bakul ikan, daging dan sayuran
Seperti mengekalkan malam. Pasar adalah gemuruh
Sekaligus semadi suara-suara
Kulihat yang berjualan itu mulai menari
Kuli-kuli itu mulai menyanyi
Semuanya perempuan -
Dingin menyerap keringat mereka
Menjadi berbotol-botol arak

Di sini setiap perempuan adalah lelaki
Bekerja adalah sembahyang dan menari
Bersama mereka kupanggul bakul-bakul itu
Sambil menyuling keringatku sendiri
Menjadi tenaga kata-kata
Kuminum arak bercampur dingin embun
Lalu kuminta sinar bulan
Melemparkan selendang kuningnya padaku
Di antara mereka aku menari-nari gila
Memuja sulur-sulur pohon dan tugu-tugu batu
Kasmaran menunggu fajar tiba

Upacara demi upacara telah kulalui
Sepanjang perjalananku melupakan diri sendiri
Bersama sayuran dan bunga-bunga sesaji
Daging babi, ikan laut, kemenyan dan pakaian warna-warni
Aku menjadi bagian dari gemuruhnya pasar
Sekaligus keheningan semadi -
Pelahan keringatku meneteskan kata-kata
Kata-kataku menjelma butiran garam
Membumbui tanah dan sungai
Tempat perempuan-perempuan perkasa itu
Menyelesaikan tarian dan kewajibannya
Sebagai manusia biasa.

1995

Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar
Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar
Karya: Acep Zamzam Noor
Puisi: Sembahyang Malam (Karya Acep Zamzam Noor)

Puisi: Sembahyang Malam (Karya Acep Zamzam Noor)

Sembahyang Malam

Antara gelap dan terang
Cahaya gemerlap dan lampu yang lelap
Padamkan saja!
Kamar ini biarkan jadi malam seterusnya
Untuk pertemuan

Pertemuan antara Kau dan aku
Antara aku dan Kekasihku
Gelap!
Lelap!
Dalam sujud malam ini
Kita berpeluk dalam kerinduan
Tubuhku menggigil dan gemetaran

Kekasihku, tidurkah aku mimpikah aku?
Dekatlah selalu di sampingku
Mana tangan-Mu?
Tolong rabalah ini luka-lukaku
Dekatlah selalu dan dekaplah erat-erat aku!
Dalam gelap dalam syahdu malam begini
Cinta-Kasih-Mu menyala di ini hati.

1980

Puisi: Sembahyang Malam
Puisi: Sembahyang Malam
Karya: Acep Zamzam Noor
Puisi: Jargon Kepribadian (Karya Remy Sylado)

Puisi: Jargon Kepribadian (Karya Remy Sylado)

Jargon Kepribadian

Dari Tokyo diberitakan
penemuan baru bidang otomotif

Dari Berlin diberitakan
penemuan baru bidang aerobisnis

Dari Paris diberitakan
penemuan baru bidang kemistri

Dari London diberitakan
penemuan baru bidang medical

Dari Washington diberitakan
penemuan baru bidang elektronik

Dari Jakarta diberitakan
penemuan baru bidang gastronomi:
oncom dalam singkong namanya comro.

Bandung, 1974

Puisi: Jargon Kepribadian
Puisi: Jargon Kepribadian
Karya: Remy Sylado
Puisi: Kepada Kawan (Karya Ajip Rosidi)

Puisi: Kepada Kawan (Karya Ajip Rosidi)

Kepada Kawan

Apa sih yang mau kau capai
Maka kau terjang segala penghalang
Dan kau abaikan segala nilai
Asal kau sendiri menang?

Apa sih yang mau kau dapat
Maka kau tinggalkan semua sahabat
Dan di sekelilingmu.

Kau anyam rapat pagar curiga
Kau kira di mana kau akan tiba
Kalau hari sudah senja?

Ternyata tidak ada tarian gemulai
Atau suara gamelan mengalun permai
Kemenangan-kemenanganmu selama ini
Melontarkanmu ke langit hampa.
   

Puisi: Kepada Kawan
Puisi: Kepada Kawan
Karya: Ajip Rosidi
Simak Tips Merawat Mesin Genset yang Sesuai di Sini!

Simak Tips Merawat Mesin Genset yang Sesuai di Sini!

Di saat listrik padam, atau wilayah yang sulit mendapat pasokan listrik, Generator Listrik atau yang biasa disebut sebagai genset merupakan salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan listrik sementara.

Tak jarang pabrik, industri rumahan, hingga wisata hiburan seperti pasar malam memanfaatkan genset sebagai daya utama pengganti listrik.

Namun di balik manfaatnya sebagai pengganti aliran daya listrik, tak jarang pengguna sepele dalam perawatan mesin genset dan mengoperasikannya. Padahal, dengan merawat serta pengecekan secara berkala dapat memperpanjang waktu penggunaan genset.

Tips Merawat Mesin Genset

Untuk itu kami akan memberitahu secara rinci bagaimana tips dalam merawat mesin genset anda. Berikut artikel selengkapnya.

Apabila anda belum memiliki mesin generator yang anda inginkan, anda dapat melihat berbagai genset di Indotrading, disana tersedia berbagai jenis mesin generator yang bisa anda sesuaikan dengan budget dan kebutuhan anda.

Tips Merawat Genset

Agar mesin generator dapat beroperasi dengan baik, pengecekan dan pemeliharaan secara berkala wajib dilakukan, hal ini guna menjaga kesehatan dari mesin generator anda. Berikut rangkuman apa saja yang harus dicek secara berkala pada mesin generator anda.

1.  Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai

Dalam mengoperasikan mesin generator diperlukan bahan bakar agar dapat menghasilkan daya pengganti listrik, dalam memilih daya bahan bakar yang akan digunakan pilihlah bahan bakar yang sesuai dengan jenis genset yang dimiliki.

Selain itu tetap pastikan memakai suku cadang asli ataupun sesuai dengan spesifikasi genset, agar dapat dioperasikan dalam jangka waktu lebih lama dan meminimalkan gangguan selama masa pengoperasian.

2. Lakukan Pengecekan Radiator Secara Berkala

Pastikan selalu untuk mengecek kapasitas air radiator pada mesin generator anda. Usahakan air radiator berada pada level yang cukup, jika air radiator kurang pastikan untuk sealu menambah air radiator ke level yang cukup agar genset dapat beroperasi tanpa hambatan.

3.  Cek Konektor dan Kabel Accumulator

Tak jarang konektor serta kabel accumulator atau sering disebut baterai dibiarkan kotor, padahal hal tersebut membahayakan mesin generator karena dapat menimbulkan korosi. Untuk itu cek selalu konektor dan kabel accumulator agar tetap dalam keadaan bersih agar terhindar dari korosi, dan jika ada kabel yang kendur dapat dikencangkan kembali.

4. Pengecekan V-Belt

V-belt merupakan komponen generator yang berhubungan langsung dengan kipas radiator mesin. V-belt bekerja sebagai pendingin mesin agar mesin tak mengalami panas berlebih.

V-belt yang terlalu kendor atau terlalu kencang dapat mempengaruhi kinerja mesin, dan proses pendinginan mesin. Untuk itu selalu pastikan kondisi V-Belt berada pada keadaan ideal, tidak terlalu kencang ataupun terlalu kendur.

Kondisi V-belt yang ideal adalah jika ditekan dengan jari maka defleksinya antara 9.5mm sampai 12.7mm, jika memakai alat pengukur maka defleksinya antara 360Nm sampai 490Nm.

Selain defleksi kondisi dari fisik V-Belt juga dicek, untuk mengetahui apakah masih bagus atau sudah mengalami pecah atau retak. Lakukan penggantian jika ditemukan tanda-tanda V-Belt telah banyak retakan atau pecahan.

Baca Juga: Rekomendasi Supplier Genset Terbaik di Indonesia


5. Pengecekan Control Indikator Genset

Control indikator adalah bagian yang berkaitan dengan parameter, baik yang berada pada mesin generator maupun pada modul panel AMF-ATS. Untuk itu lakukan pengecekan pada genset atau pada modul panel AMF-ATS, dan perhatikan apakah parameter tersebut menunjukkan adanya kenormalan atau error pada semua indikator dan parameter yang berfungsi untuk menunjukkan pengoperasian mesin.

Apabila ditemukan indikator atau parameter yang menunjukkan ketidaknormalan atau error segera lakukan perbaikan agar mesin generator kembali beroperasi secara normal.

6. Ganti Oli dan Filter Oli

Untuk pemeliharaan oli dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Penggantian oli harus karena viskositas oli mesin mesin yang jenuh karena pemakaian, serta meningkatnya endapan partikel pada oli pelumas yang disebabkan gesekan komponen mesin selama mesin beroperasi mengakibatkan proses pelumasan mesin tidak sempurna.

Itulah mengapa oli pada mesin generator harus diganti, cara mengganti oli pada mesin generator dilakukan dengan cara menguras oli tersebut.

Pengurasan oli lama pada mesin genset dilakukan dengan cara membuka baut Oil Drain pada bagian yang terdapat di bawah mesin generator. Pastikan oli lama terkuras secara maksimal, jika sudah tutup kembali lubang Oil Drain tersebut, dan masukkan oli baru.

Filter oli juga harus diganti dengan yang baru, penggantian filter oli juga memiliki tujuan yang sama yaitu agar proses pelumasan mesin bisa bekerja secara maksimal.

7. Mengganti Filter Bahan Bakar dan Filter Udara

Untuk menjaga kebersihan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar mesin genset, Filter bahan bakar harus diganti dalam jangka dua belas bulan sekali. Penggantian filter bahan bakar perlu agar mesin genset tidak mengalami kerusakan yang bersumber dari bahan bakar, pilihlah filter bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin genset untuk mengurangi resiko kerusakan lebih lanjut.

Selain itu filter udara juga perlu diganti setiap dua belas bulan sekali. Perlu diketahui, bahwa proses pembakaran pada ruang bakar mesin terjadi karena pencampuran dari bahan bakar solar dengan udara (oksigen) yang dipantik oleh busi.

Dengan mengganti filter udara secara dua belas bulan sekali, dapat menjaga kebersihan udara yang masuk ke dalam ruang bakar mesin genset sehingga pembakaran energi dapat dilakukan secara sempurna.

Jika filter bahan bakar dan filter udara diganti tiap dua belas bulan sekali, dapat membuat mesin genset beroperasi secara optimal. Selain itu, dengan pembakaran bahan bakar yang sempurna dapat memperbaiki mutu gas buangan,  mengurangi pemborosan bahan bakar.

8. Ganti Air Radiator

Meskipun air radiator (coolant) tetap dicek secara berkala agar tidak kering, air radiator tersebut tentu akan jenuh karena hanya mengendap di radiator. Untuk itu air radiator juga perlu diganti setiap 12 bulan sekali.

Tujuan penggantian air radiator setiap 12 bulan sekali tak hanya karna air radiator tersebut jenuh, tapi juga untuk memaksimalkan kinerja radiator yang bertugas menjaga suhu mesin di angka normal saat mesin genset beroperasi.

Itulah tips dalam merawat mesin genset yang bisa anda jadikan acuan dalam merawat genset anda. Pastikan selalu mesin generator anda dalam kondisi prima agar tidak terjadi kendala saat pemakaian. Jika anda belum memiliki genset, anda dapat melihat dan membeli genset terbaik di Indotrading yang memiliki Supplier terbaik dan terpercaya.

Puisi: Sajak Hari Hujan (Karya W.S. Rendra)

Puisi: Sajak Hari Hujan (Karya W.S. Rendra)

Sajak Hari Hujan (1)

Hujan datang tersurah hujan
uang satu perak menggigil pulang abang becak
ditendang pintu rumah tumpah marah pada istri.


Sajak Hari Hujan (2)

Hujan datang tercurah hujan
darahnya laki-laki diciumnya perempuan tandas sekali
tiada dikatakannya ia cinta


Sajak Hari Hujan (3)

Hujan datang tercurah hujan
menggelar tikar menembang minum kopi
lega ruah tanah rengkah sawah-sawah, katak-katak nyanyi.


Sajak Hari Hujan (4)

Hujan datang tercurah hujan
orang-orang tidur, pulang tukang kacang
masih bocah suka mimpi, besok pergi lagi.


Sajak Hari Hujan (5)

Hujan datang tercurah hujan
di teras took anjing angkat satu kaki
bertambah lagi air di bumi
(Sehembus nafas kurang kerja)
 
Puisi: Sajak Hari Hujan
Puisi: Sajak Hari Hujan
Karya: W.S. Rendra
Puisi: Hukum (Karya Wiji Thukul)

Puisi: Hukum (Karya Wiji Thukul)

Hukum

semua bengkok
mana yang lurus?
: juga hukum.

17 November 1996

Puisi: Hukum
Puisi: Hukum
Karya: Wiji Thukul

CATATAN:
  • Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
  • Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
  • Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).
Puisi: Teratai (Karya Sanusi Pane)

Puisi: Teratai (Karya Sanusi Pane)

Teratai
(Kepada Ki Adjar Dewantara)

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai:
Tersembunyi kembang indah permai,
Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia,
Daun berseri Laksmi mengarang:
Biarpun ia diabaikan orang,
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, o Teratai Bahagia,
Berseri di kebun Indonesia,
Biar sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat,
Engkau pun turut menjaga Zaman.

Puisi Teratai
Puisi: Teratai
Karya: Sanusi Pane
Puisi: La Noche de Las Palabras (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Puisi: La Noche de Las Palabras (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

La Noche de Las Palabras
(El Diario de Medellin)

Di cafe jalanan Noventa Y Sieta, Medellin, Columbia
kami mengepung bulan
dan mereka yang mendengarkan puisi kami
mencoba menaklukkan bulan dengan cara mereka
berkomplot dengan anggur daun cerbeza
bersekongkol dengan gadisgadis
memancing bulan dengan keluasan dada
Musim panas
Menjulang di Medelin
menampilkan sutera
di keharibaan malam cuaca
ratusan para lilin
menyandar di pundak malam
mengucap
menyebutnyebut cahaya
sambil mencoba
memahami takdir di wajah-wajah usia
kami para penyair
meneruskan zikir kami
- palabras palabras palabras palabras

- kata kata kata kata -
semakin kental mengucap
cahaya pun memadat
sampai kami bisa buat
sesuka kami atas padat cahaya
lantas bulan kesurupan
kesadaran kami meninggi
bulan turun pada kami
dan kami mengatasi bulan
sampailah kami pada kerajaan kata-kata
jika kami membilang ayah
ia juga ayah kata-kata
jika kami menyebut hari
juga harinya kata-kata
jika kami mengucap diri
pastilah juga diri kata kata
Di cafe jalanan Medellin
purnama jatuh
kata-kata menjadi kami
kami menjadi kata kata

Medellin, Colombia 1997

Puisi: La Noche de Las Palabras
Puisi: La Noche de Las Palabras
Karya: Sutardji Calzoum Bachri

Biodata Sutardji Calzoum Bachri
  • Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Indragiri Hulu, Riau, pada tanggal 24 Juni 1941.
  • Sutardji Calzoum Bachri merupakan salah satu pelopor penyair angkatan 1970-an.