Artikel Pilihan

Puisi: Serenade Hampir Penghabisan (Karya Korrie Layun Rampan)

Serenade Hampir Penghabisan Dari pantai itu masih terdengar ujung siul Dan lagu burung menyambut matahari dan mega timbul Adalah taman dan bulan meng…

Puisi: Bersimpuh di Genangan Air Mata Sendiri (Karya Tjahjono Widarmanto)

Bersimpuh di Genangan Air Mata Sendiri bersimpuh di atas genangan ratapan air mata sendiri merabai kerutan pelupuk mata sendiri pupil lelah …

Puisi: Kenangan di Arus Sungai Kecil (Karya Tjahjono Widarmanto)

Kenangan di Arus Sungai Kecil sungai kecil arusnya kecil menyeret kenangan menuju kelok tikungan mengalir menjalar entah di muara man…

Puisi: Kangen Ibu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Kangen Ibu (1) di tengah belukar baja, hutan beton yang merajam dada aku ingin kembali ke pelukanmu, ibu betapa perihnya mengenang …

Puisi: Monolog Ibu Malin Kundang (Karya Tjahjono Widarmanto)

Monolog Ibu Malin Kundang Malin, anakku aku tahu tabu tubuhku untuk kau sentuh aku tahu tubuh tuaku akan mengundang malu karena itu aku pi…

Puisi: Di Meja Makan Keluarga (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Meja Makan Keluarga Kami senantiasa berhadapan-hadapan di meja makan ini medan pertarungan yang galak dalam gemuruh denting gelas, piring…

Puisi: Tanah Liat (Karya Tjahjono Widarmanto)

Tanah Liat aku hanya tanah liat tembikar tempayan rapuh sekedar topeng kosong engkau hembuskan hidup lebih sekedar kuasa kata-k…

Puisi: Catatan Kaki tentang Cinta (Karya Tjahjono Widarmanto)

Catatan Kaki tentang Cinta masa lalu mengeja wajahmu tersipu dalam ingatan seperti foto dalam album riwayat yang berdebu jejak dan …

Puisi: Wirid Tak Selesai-Selesai (Karya Tjahjono Widarmanto)

Wirid Tak Selesai-Selesai (1) wirid tak selesai-selesai  gigil menunjuk sebuah jalan  angin meniup setiap pintu  yang akan terbuk…
© Sepenuhnya. All rights reserved.