loading...
Karma Terhormat

Dari sia-sia yang telah menua,
Dari sakit yang sedikit terlupakan...
Aku datang padamu,
Menebus masa lalu.

Cinta yang kembali terasa ada,
Saat hanya padamu terlihat bisa aku persembahkan.
Cinta yang aku pikir tidak akan pernah aku rasakan lagi,
Kini padamu terlihat pantas aku beri.

Terkadang aku merasa,
Kau tidak ingin jatuh dengan cara yang sama.
Terkadang aku merasa,
Kau bahkan tidak ingin jatuh dengan cara apapun lagi.

Lalu merasa yang lain juga ikut renggut bagian;
Bahwa engkau telah berhenti percaya,
Bahwa engkau telah berhenti melihat,
Bahwa engkau telah berhenti mencoba.

Tapi sekarang biar aku yang bertanya...
Seberapa banyak ungkapanku yang terlihat seperti sebuah janji?
Seberapa banyak perasaanku yang terlihat seperti kesombongan?

Dan tapi dimana kita sekarang?
Mengapa kita kembali?
Ke tempat muasal kita dipertemukan Tuhan?

Namun jangan salahkan karma,
Karena tidak mungkin kita selalu menyalahkan.
Dan pula jangan salahkan karma,
Karena sedari dulu kita menghargai tempat ini.

Dan lihat alasanmu,
Lihat alasanku...
Mengapa kita di sini?
Hari ini?

"Puisi: Karma Terhormat"
Puisi: Karma Terhormat
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top