loading...

Buah Mata

Sekali pancar cintamu melepas-luncurkan
ratusan juta makhluk hidup yang tak kasat mata
berlomba berenang di garba istrimu yang tercinta
berebut mahkota yang membuahkan buah mata.

Ikutlah sesekali meluncur berenang
dalam sungai cintamu
sampai ke garba kehidupan
lihatlah proses agung penciptaan anakmu yang dahsyat
wahai alangkah rumit wahai alangkah ajaib
wahai alangkah wahai...

Nuthfah jadi darah, darah jadi daging
kaukah yang menjadikan kulit membalut daging?
Daging membalut tulang, tulang membalut sum-sum
kaukah yang membalut?

Otot-otot, urat-urat, syaraf-syaraf,
Reseptor-reseptor, kelenjar-kelenjar, sel-sel
Bulu-bulu, rongga-rongga, pori-pori
Usus-usus, paru-paru, mata, hidung, telinga
Mulut, limpa, ginjal, kelamin, dubur, jantung,
Otak, hati, ruh.

Lihatlah, air cinta yang kau tumpahkan bagai hujan tumpah ke bumi
Bumi membelah diri bagi suatu kelahiran

Kau tak meniupkan ruh, tak meniupkan cipta
Bagaimana anakmu mampu hidup dan mencipta?
Kau tak memasang indera tak memasang anggota
Bagaimana anakmu mampu mengindera dan nyata?
Kau tak menitipkan rasa tak menitipkan kata
Bagaimana anakmu mampu merasa dan berkata?
Kau tak menitipkan benci tak menitipkan cinta
Bagaimana anakmu mampu membenci dan mencinta?
Kau tak menitipkan senyum tak menitipkan air mata
Bagaimana anakmu mampu tersenyum dan mengucurkan air mata?
Kau tak meniupkan apa-apa, tak menitipkan apa-apa
Karena memang kau seperti anakmu juga
Sejak mula tak memiliki apa-apa
Bagaimana kau mengaku segala apa

Kau tahu, pemiliknya Yang Sejati menitip-amanatkan padamu
Dan tak pernah berhenti mengawasimu

"Puisi: Buah Mata (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Buah Mata
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Post a Comment

loading...
 
Top