Seperti halnya orang jualan, pasti ada untung ruginya. Untung ketika produknya terjual habis dan rugi ketika produknya tidak laku sama sekali. Itulah yang harus Anda pahami juga ketika berniat untuk investasi reksadana selain cara memilih reksadana terbaik. Lebih jelasnya, simak akibat tidak memahami risiko investasi reksadana berikut ini.

Pentingnya Memahami Risiko Reksadana

Sebelumnya, apakah yang akan Anda lakukan ketika nilai investasi anjlok? Berdasarkan pengalaman sebagian besar orang, mereka terbilang panik dan segera mencairkan dan memindahkan investasi ke reksadana. Bahkan, mereka tak ambil pikir untuk memilih reksadana saham demi keuntungan yang paling tinggi daripada reksadana lainnya. Menariknya, beberapa waktu kemudian harga saham turun tajam. Akibatnya, sebagian orang yang berinvestasi ke reksadana saham beramai-ramai menarik investasi reksadana saham dan memindahkannya ke reksadana pasar uang. Dengan anggapan nilai return yang lebih kecil sehingga bisa meminimalisir kerugian.

Tidak lama setelah pemindahan investasi ke reksadana pasar uang, nilai saham perlahan naik hingga mencapai tingkat lebih tinggi dari saham sebelumnya. Sebagian orang yang memindahkan saham tadipun kehilangan kesempatan untuk merecovery kerugian dan mendapatkan keuntungan. Ya, investasi mereka masih berada di reksadana pasar uang.

Berdasarkan cerita di atas, menunjukkan bagi kita semua akibat tidak memahami risiko investasi reksadana dari awal. Apabila mereka paham risiko berinvestasi, pasti tidak akan menarik saham dan memindahkannya. Apalagi, keuntungan dari investasi reksadana saham bersifat jangka panjang. Jadi, apabila terjadi goncangan di pasar Anda tidak perlu khawatir.

Berbicara soal reksadana terbaik, tanamduit hadir sebagai salah satu perusahaan investasi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Tentu saja, ada berbagai kemudahan yang akan Anda dapatkan saat bergabung dengan tanamduit seperti proses yang cepat.

Sebelumnya kenali terlebih dulu jenis reksadana yang tersedia di tanamduit diantaranya reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Tiap reksadana tersebut memiliki risiko dan imbal balik yang berbeda-beda. Jadi, sebelum bergabung, pahami betul dengan detail supaya tidak kehilangan kesempatan meraup keuntungan seperti kasus di atas.
Loading...

Post A Comment:

0 comments: