Puisi: Akhir Pekan Karya: Nersalya Renata
Akhir Pekan

perempuan itu datang saban akhir pekan
berjongkok di sisi gundukan itu
membacakan surah dan doa-doa

sebenarnya
dia datang untuk menutupi penyesalannya
untuk seluruh akhir pekan yang telah ia abaikan
akhir pekan kala dulu lelaki itu menanti
kedatangannya di beranda
menantinya untuk sekadar berbincang-bincang
tentang masa lalu
atau berita-berita paling baru, paling hangat
lelaki itu sedikit berharap. bahwa perempuan itu
akan sedikit peduli pada dirinya. menanyakan ihwal
asam urat yang bersemayam pada kedua kakinya.
merayunya untuk berobat.
lalu mengajaknya jalan-jalan
dan mentraktirnya makan
namun, lelaki itu selalu sendiri
di beranda setiap akhir pekan

kini perempuan itu selalu datang
saat tanah telah menyimpan rapat lelaki itu
ia ingin semua kembali
namun tanggal kepulangan telah ditetapkan
yang pergi takkan kembali
waktu yang lewat tak bisa diminta kembali
sekeras apa pun usahanya
sekeras apa pun tangisannya
sedalam apa pun penyesalannya
sebanyak apa pun permintaan maafnya
sebanyak apa pun doanya
seberapa sering kunjungannya

penyesalan akan terus membuntutinya
memberatkan hati dan pikirannya
menyemak dalam kehidupannya
meredupkan cahaya wajahnya

tapi dia akan selalu datang saban pekan
berjongkok di sisi gundukan itu
di antara embusan anginsore
dan anjing yang berkeliaran
juga sunyi yang memekakkan.

Jakarta, 2012
Puisi: Akhir Pekan
Puisi: Akhir Pekan
Karya: Nersalya Renata

Baca Juga: Puisi tentang Cirebon
Loading...

Post A Comment:

0 comments: