Angin di Beranda
Biarkan angin mengembus tirai-tirai itu,
biar sepi lebih terasa dan hidup menjadi lebih bermakna
Kita tak pernah mengundangnya, bukan?
meski tirai-tirai kita pasang.
Tirai-tirai kita anyam dalam hidup ini
sepanjang musim
sebatas usia.
Di beranda ini ia datang bersijingkat
dan kadang genit memikat,
menerobos celah-celah hati kita.
Biarkan sepoinya mengembus tirai-tirai itu, Kekasihku
karena aku ingin menjaringnya,
menangkap desaunya
mencumbu risiknya
biar bumi lelap dan sepi menjadi bermakna.
Yogyakarta, Maret 1987
Sumber: Astana Kastawa 2 (2015)
Puisi: Angin di Beranda
Karya: SujarwantoBiodata Sujarwanto:
- Sujarwanto lahir pada tanggal 28 Februari 1955 di Bantul, Yogyakarta.