Puisi: Balada Fatimah dari Pasar Kembang Karya: Munawar Syamsuddin
Balada Fatimah dari Pasar Kembang

Lorong-lorong lumpur
Relung-relung jamur
Aku berenangan
Dalam debu beterbangan
Mereguk kehidupan

Kembang-kembang telah lama tumbang
Tinggal sisa tembang
Gambang kenangan
Rindu desa dipetik pangkur
Sayat burung tekukur
Mengembara ke hutan asing
Terbuang kemudian hilang

Di relung sumur
Kutenggelamkan umur
Fatima, Fatima, aku racun cinta
Aku jemu kilau permata

Di gang-gang mati
Senyap menunggu hari
Menentramkan persaudaraan
Senasib sepenanggungan
Menyulam bimbang atau kehampaan

Fatima
Aku candu sejak dini
Selalu dan selalu kangen begini
Aduh Gusti, apakah ini
Suratan yang adil
Ditorehkan ke pohon larangan
Getah wangi sumber air buah-buahan
Kauturunkan bandang bengawan darah ini
Menderaskan keruh kehidupan ini
Aku debu hanyut tak bertepi...

Gusti, Gusti, apakah gerangan
Muara sejati.

1982
Puisi: Balada Fatimah dari Pasar Kembang
Puisi: Balada Fatimah dari Pasar Kembang
Karya: Munawar Syamsuddin

Baca Juga: Puisi tentang Bali
Loading...

Post A Comment:

0 comments: