Gandrung

Gandarung yang melekat di parasmu
tercabik oleh waktu, ketika anakcucu
riang dalam ayunan kayu pojok taman:
rajutan kasih dengan benang putus satusatu
kilau berlian penghias jemarimu

Seperempat abad itu tak lama, katamu
aku menunduk dalam rindu yang tersipu
karena berkelebatan parasmu
yang kemarin memenuhi langit bumi
tinggal sehelai mawar layu dalam tatapku

Itulah kasih pembeda harap dan nyata
Sejalan nasib yang tak tertulis dalam buku-Nya

Puisi: Gandrung
Puisi: Gandrung
Karya: Kuswahyo S.S. Rahardjo

Baca Juga: Puisi Senin
Loading...

Post A Comment:

0 comments: