Puisi: Hanya di Rumah-Nya Karya: Kuswahyo S.S. Rahardjo
Hanya di Rumah-Nya

sekian lama kuberada di rumah-Nya
tempat anak manusia pulas membuat ketentraman
atau diam dan mengobarkan kerusuhan
jika datang pagi indah dan mereka terbangun
tetap kuberada di salah satu rumah-Nya: tenggang rasa
sambil menyangga kuat-kuat tiang hablumminannas
lalu menggambar kehidupan dengan darah
melayangkan cinta dengan benang pembuluhnya
mengabarkan damai lewat uap sedih otakku
yang kelak, jika kemarau teramat panjang ini usia
menjadi titik-titik air membanjiri rumah-rumahmu
tempat kau sembunyikan segalamu rapat-rapat
tetapi Dia tetap tahu pasti siapa dirimu
hingga aku pun berjanji kembali:
nanti kupetikkan bebunga penghias kamarmu
nanti kuambilkan bebintang penghias kepalamu
nanti kuhapuskan keringat pengguyur nafsumu
nanti kuhadirkan bebayang pendorong niatmu
nanti kubuatkan rerumah baru untuk rumahmu

jika datang pagi indah dan anak-anak manusia bangun
tapi memejamkan mata dari segala kedhaliman dan kebatilan
tetap kuberada di rumahnya memenuhi janji
lalu menjabat semua tangan terulur dengan ikhlas
memancangkan cinta dengan reruang hati terbuka
nanti kupersembahkan semuanya khusus untuk-Mu

Puisi: Hanya di Rumah-Nya
Puisi: Hanya di Rumah-Nya
Karya: Kuswahyo S.S. Rahardjo

Baca Juga: Puisi Subuh
Loading...

Post A Comment:

0 comments: