Puisi: Tapa Kecil

Tapa Kecil

jika hari telah malam, aku mengendap masuk ke relung hatimu
melewati pori-pori tubuhmu yang lembab dan masam
menjalar ke sela-sela pembuluh dan mencemari darahmu
aku akan menuju ke segala penjuru jiwamu
di antara gelap dan terangnya ruhmu

di hatimu aku bersemayam dan bersembahyang
berdoa dan menziarahi dosa-dosa
berzikir untuk pahala-pahala yang tak mengembang
tuhan kecil tuhan besar menjadi satu
berputar-putar bagai badai yang mengamuk
di lautan

duhai hatimu, kasihku
adalah ladang yang terus bertumbuh
subur dilengkapi hama dan benalu

lalu diam adalah tapa dan sunyi adalah surga
aku mengalir ke dadamu
tempat nyawamu mengimla memori demi memori
hidup adalah kenangan-kenangan yang mudah terlupa

dan di kepalamu
tempat buih putih serupa ampas ombak menggumpal
bersama lingkaran ular-ular kecil yang selalu mempengaruhi
pikiran dan tindakanmu
adalah asal muasal identitasmu
tempat tertinggi dalam kontur tubuhmu
akupun menetap

setelah hijrah berkali-kali
dan dirimu kembali suci
maka di suatu malam, aku pun mengendap keluar dari relung hatimu
serupa asap atau ruh
perlahan melesat dari nafas dan ubun-ubunmu

Puisi Tapa Kecil
Puisi: Tapa Kecil
Karya: Wa Ode Wulan Ratna

Baca Juga: Kumpulan Lagu Baru the Overtunes

0 Response to "Puisi: Tapa Kecil"

Posting Komentar