Gandrung Dasamuka

Tidak pernahkah engkau menggelepar saat kangen berbiak jadi luka.
saat rindu jeritkan bayang-bayang risau serupa kuntilanak gentanyangan
di pucuk-pucuk bambu yang tiba-tiba layu

Siapa bisa menduga dan melupa cinta?

Cinta barangkali keindahan sekaligus kutukan. Dan, akulah lelaki yang dikutuk itu!
Dasamuka yang tak sanggup mengelak takdir, tak mampu berkelit dari tenung pesona
tak bisa lari dari sihir cinta yang halus, serupa lalat menggelepar dalam jaring 
benang laba-laba rentan namun membinasakan

Aku, sungguh tak sanggup sembunyi dari gandrung dan rindu
maka biarkan aku jadi dasamuka perompak wanita 
walau kelak segala waktu menistaku.

Puisi Gandrung Dasamuka
Puisi: Gandrung Dasamuka
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Hewan Burung Elang

Post A Comment:

0 comments: