Puisi: Traffic Light yang Menyala di Kotamu (Karya Wahyu Prasetya)

Traffic Light yang Menyala di Kotamu

kota ini saudara, telah membuat inspirasi berpijar dalam benak dan
hati. hiruk pikuk kendaraan dan debu yang beterbangan mungkin ingatkan
pada seraut wajah istri atau anak-anak yang menunggu di rumah. dan
sambil membaca kartu pos dar dewi latif, di trotoar yang penuh dengan
pengemis dan pedagang kaki lima, bikin puisi tentang cemburu dan cinta
yang berlari.

udara panas yang sesakkan dada, pun petikan gitar para pengamen yang
turun naik bis kota, membikin puisi wajah kota ini, juga wajah pada
potret keluarga yang pecah berhamburan.

kota ini saudara, rindu akan gurat hati nurani dan kejujuran kata-kata
(yang tercoret pada tembok-tembok kota, tong sampah dan juga pada
traffic light yang berubah-ubah warna) 

nyanyi kenisbian cinta. sambil mengunyah kacang goreng, dada dan paha
fried chicken dan seteguk soft drink, sambil terus tertawakan sebuah
kesetiaan, juga pada matahari yang tak peduli pada siapa saja yang
berjalan di bawah selangkangnya.

tlah habis kata-kata terpuntahkan namun perjalanan masih menggoda hati,
belum habis tertapaki. dan rupanya kota ini masih ingat sebuah nama;
sebagai anak anak nakal mencoret penuh gairah kebebasan di pinggir
trotoar dan di bawah traffic light yang menyala.

16 November 1993
Puisi: Traffic Light yang Menyala di Kotamu
Puisi: Traffic Light yang Menyala di Kotamu
Karya: Wahyu Prasetya

Catatan:
  • Eko Susetyo Wahyu Ispurwanto lahir pada tanggal 5 Februari 1957 di Malang, Jawa Timur.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar