Puisi: 17 Helai Sayap Garuda (Karya Sides Sudyarto D. S.)

17 Helai Sayap Garuda

Darah merah mengucur basah
Dari jasad pahlawan kemerdekaan
Mengucur luruh peluh sepanjang tubuh
Menetes di haribaan Pertiwi

Pagi itu 17 Agustus 1945
Satu demi satu prajurit bangsaku menyerbu
Ke medan laga membela nyawa seluruh bangsa
Satu demi satu gugur bagai bunga bangsa

Pagi itu, Perang Kemerdekaan telah menyala
Beribu Pemuda Angkatan Empat Lima angkat senjata
Mengusir penjajah durhaka
Dari bumi persada

17 Agustus hari suci penuh bakti
17 Agustus hari lahir negeri kami
17 helai bulu sayap Garuda Pancasilaku
Garuda yang gagah perkasa, jiwa Indonesia

Terima kasih, pejuang-pejuang bangsa
Yang gugur tanpa nama
Terima kasih pahlawan-pahlawan kemerdekaan
Yang telah istirahat di Makam Pahlawan
Kan kuteruskan juang pengabdianmu
Menjaga keutuhan negeri ini.

Kan kuulurkan selalu otot-otot tanganku
Kan kuteteskan selalu peluh dari tubuhku
Kan kuabdikan selalu
Nafas dan jiwa ragaku
Untuk kelangsungan hidup
Negeriku.


Puisi: 17 Helai Sayap Garuda
Puisi: 17 Helai Sayap Garuda
Karya: Sides Sudyarto D. S.

Catatan:
  • Sudiharto lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Juli 1942.
  • Sudiharto meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2012.
  • Sudiharto menggunakan nama pena Sides Sudyarto D. S. (Sides = Seniman Desa. huruf D = nama ibu, yaitu Djaiyah. huruf S = nama ayah, yaitu Soedarno).
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar