Tidak setengah-setengah.

Kesulitan Anak dalam Menguasai Materi Pembelajaran, Tanggung Jawab Siapa?

|

Berbicara mengenai dunia pendidikan, mau tidak mau kita akan selalu bersinggungan dengan berbagai hal maupun kegiatan yang berbau pendidikan, baik dalam ranah pendidikan formal, nonformal, maupun informal. Tentunya, pendidikan itu sendiri merupakan kebutuhan bagi seorang anak sebagai wadah untuk mengembangkan potensi bakat minat serta menemukan jati diri anak.


Kesulitan Anak dalam Menguasai Materi Pembelajaran


Menurut UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan bangsa. 

Telah kita ketahui bahwasanya dalam proses pembelajaran pastilah terdapat kegiatan belajar dan mengajar antara pendidik dan peserta didik, atau biasa disebut KBM. Dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru akan memberikan suguhan materi kepada anak sesuai dengan jenjang pendidikan anak.

Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap mata pelajaran tentunya memiliki tingkat kesulitannya masing-masing yang acap kali membuat anak kesulitan dalam menguasai materi pembelajaran yang diterangkan oleh guru.

Hal tersebut tentu menjadi sorotan dari berbagai pihak sehingga diperlukan adanya penanganan intensif untuk mengatasi permasalah yang satu ini. Seringkali kita temui, banyak anak yang masih kesulitan dalam memahami serta menguasai materi pembelajaran tertentu selama proses pembelajaran.

Bahkan tak jarang anak-anak juga terlihat kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi untuk mengetes pemahaman mereka. Pastilah hal ini dipicu oleh beberapa faktor, entah dari dalam diri anak itu sendiri maupun dari luar diri anak. Lalu siapkah yang bertanggung jawab atas hal tersebut?

Dalam konteks ini, guru menjadi pemeran utama yang bertanggung jawab terhadap problem anak dalam hal penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran. Selain itu, seorang guru juga harus memiliki solusi untuk menangani permasalahan tersebut.

Kesulitan anak dalam menguasai materi pembelajaran bisa jadi disebabkan penjelasan guru yang sukar untuk dipahami, penyampaian materi yang terlalu cepat, kurangnya rasa ketertarikan anak terhadap guru, atau  kurangnya perhatian guru terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak saat proses  pembelajaran berlangsung. 

Oleh karena itu, sebagai seorang guru hendaknya mampu memberikan perhatian khusus bagi anak, karena antara anak yang satu dengan anak yang lain pastilah memiliki perbedaan yang perlu dijadikan sebagai bahan pertimbangan guru dalam mengajar, khususnya dalam hal penguasaan anak terhadap materi pembelajaran.


Kesulitan Anak dalam Menguasai Materi Pembelajaran


Seorang guru juga perlu menggunakan metode yang menarik minat anak selama proses pembelajaran, misalnya dengan menggunakan media  pembelajaran yang bervariasi. Selain itu, guru juga harus mampu membuat anak merasa nyaman  berada dikelas agar anak mampu berfokus pada pembelajaran. Hal-hal tersebut dinilai dapat  mengatasi kesulitan anak dalam menguasai materi pembelajaran selama di sekolah. 

Di rumah, masalah ini juga menjadi tanggung jawab bagi orang tua. Pasalnya masalah tersebut bisa jadi timbul karena kurangnya perhatian orang tua atau lingkungan keluarga yang dinilai tidak membuat anak nyaman selama berada di rumah.

Untuk mengantispasi hal tersebut, orang tua bisa mulai memberikan dukungan serta motivasi dalam belajar kepada anak agar mereka merasa diperhatikan dan membangkitkan kembali minat mereka untuk mempelajari kembali materi yang belum dikuasainya di sekolah.

Bisa juga orang tua memberikan fasilitas pembelajaran lebih bagi anaknya, mulai dari buku-buku referensi untuk menambah wawasan, gadget, atau memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti bimbingan privat di luar sekolah.

Selain menjadi tanggung jawab guru dan orang tua, kesulitan anak dalam menguasai materi pembelajaran juga menjadi tanggung jawab diri anak itu sendiri karena anak juga memegang kendali terhadap diri mereka.

Setiap anak pastilah memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda yang menjadikan adanya perbedaan dalam penguasaan materi pembelajaran antara anak yang satu dengan lainnya. Kejenuhan anak terhadap suasana belajar serta kurangnya rasa ketertarikan anak terhadap guru dan materi pembelajaran juga menjadi pemicu terhadap kesulitan anak dalam menguasai suatu materi pembelajaran yang menjadikannya enggan untuk masuk lebih jauh untuk memahaminya.

Oleh karena itu, anak harus mampu memahami karakteristik dirinya, sehingga mereka bisa menemukan potensi serta bakat minat apa yang dapat dikembangkan. Anak juga perlu terjun lebih dalam pada materi pembelajaran yang kurang disenanginya agar ia mampu menemukan rasa ketertarikan dan minat di tengah hal tersebut. Selain itu, motivasi juga menjadi solusi bagi anak yang kehilangan semangatnya agar mereka lebih bersemangat dalam belajar.

Perlu diingat, bahwasanya lingkungan di sekitar anak juga memegang andil serta berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam menguasai materi pembelajaran. Mulai dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah, serta lingkungan masyarakat.

Jadi, dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya kesulitan anak dalam menguasai materi pembelajaran tentunya menjadi tanggung jawab bagi semua pihak, baik dari pihak pendidik, pihak orang tua, maupun diri anak sendiri.


Biodata Penulis:

Irma Hanifah lahir pada tanggal 6 Maret 2003 di Kebumen. Saat ini Irma Hanifah aktif sebagai Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar