Optimalisasi Televisi Edukasi dalam Pemberdayaan Pendidikan Era Digital

Optimalisasi Televisi Edukasi dalam Pemberdayaan Pendidikan Era Digital || Dalam dunia pendidikan literasi media dapat kita jumpai melalui media ...

Akhir-akhir ini untuk mendapatkan informasi mengenai pembelajaran sangatlah mudah. Tidak lagi seperti dulu yang harus pergi kesana-kemari untuk mencari berbagai sumber untuk belajar.

Televisi Edukasi

Saat ini untuk mendapatkan itu semua tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mencari berbagai sumber belajar, cukup dengan menggunakan media digital semua yang kita inginkan ada di situ. Hal ini merupakan salah satu bentuk literasi media digital yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum.

Dalam dunia pendidikan literasi media dapat kita jumpai melalui media cetak maupun media digital salah satu contohnya yaitu melalui televisi. Pemerintah telah mencanangkan televisi edukasi dimana televisi ini mengandung konten yang berisikan pembelajaran bagi para pelajar. Diharapkan dengan adanya televisi edukasi ini dapat meningkatkan literasi media para pelajar.

Mendengar istilah televisi edukasi sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita, mungkin ada sebagian dari masyarakat yang baru mengetahui televisi edukasi akhir-akhir ini. Dengan adanya pandemi Covid-19 pendidikan menjadi salah satu faktor yang terkena dampaknya.

Oleh karena itu untuk membantu para pelajar untuk memaksimalkan belajarnya di rumah pemerintah merilis televisi edukasi.

Akan tetapi televisi edukasi ini belum berkerja secara maksimal, artinya hanya ada beberapa chanel televisi yang menyajikan konten yang edukatif, seperti chanel TVRI.

Adanya chanel televisi edukasi ini diharapkan terus berkembang sehingga dapat diakses diberbagai chanel televisi. Kemudian televisi edukasi ini tidak hanya pada masa pandemi Covid-19 akan tetapi diharapkan untuk pemerintah bisa menetapkan chanel edukasi ini menjadi salah satu chanel utama di dunia pertelevisian.

Dengan adanya televisi edukasi dapat memudahkan peserta didik dalam belajar dan selain belajar mereka juga akan bermain dan hal itu akan lebih menarik para pelajar untuk belajar walaupun secara tidak langsung. 

Untuk itu televisi sangat berperan dalam meningkatkan literasi media para pelajar khususnya pelajar kalangan sekolah dasar.

Televisi Edukasi

Televisi merupakan media massa yang berbentuk audiovisual. Maksud dari audiovisual ini yaitu televisi dapat dilihat dari sisi gambar dan dapat didengar dari sisi suaranya. Televisi merupakan salah satu media yang mempunyai efektivitas yang tinggi bagi para penontonnya. Di mana mereka dapat menyaksikan berbagai siaran mulai dari hiburan film, sinetron, talk show, kartun animasi, dan juga pertandingan olahraga yang mana masyarakat tidak perlu datang ke stadion untuk menonton pertandingan cukup menyaksikannya melalui siaran televisi.

Selain itu televisi menyajikan berbagai berita yang dikemas secara menarik mulai dari dalam negara maupun berita dari mancanegara.

Adapun pengertian dari edukasi adalah pengajaran yang dimaksudkan untuk mempengaruhi seseorang agar mau mengikuti perintahnya agar tercapainya tujuan pengajaran. Edukasi diharapkan menjadi contoh dan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Maka dari itu pengertian televisi edukasi adalah siaran audiovisual yang menyajikan konten edukasi yang diharapkan dapat menjadi contoh dan pembelajaran pagi penontonnya.

Televisi edukasi hadir sebagai televisi yang bergerak di bidang pendidikan. Dengan eksistensinya sebagai televisi edukasi, televisi ini berusaha untuk menyajikan siaran edukasi yang menarik, menghibur dan mendidik sehingga mudah di terima bagi penontonnya.

Untuk mendapatkan siaran edukasi tersebut pada era ini dibutuhkan adanya televisi digital yang mana televisi analog telah beralih menjadi televisi digital. Dengan adanya televisi digital masyarakat mampu mengakses berbagai siaran televisi dari berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan yaitu televisi edukasi.

Literasi media berasal dari bahasa Yunani yaitu 'Media Literacy' yang terdiri dari dua kata yakni 'Media' yang berarti media tempat pertukaran pesan dan ‘Literacy' yang berarti literasi, maka dikenal dengan literasi media. Dalam hal ini Literasi Media mengacu pada kemampuan khalayak yang melek media dan pesan media massa dalam konteks komunikasi.

Literasi Media adalah sebuah konsep tentang cara masyarakat mempertanyakan apa yang ditonton, diamati, dibaca dan diproduksi dari media. Dengan demikian, publik dapat mengontrol konten media secara kritis dan cerdas sehingga dapat mendeteksi adanya propaganda, kepentingan tertentu atau biasa dalam suatu perusahaan tayangan.

Literasi ini dikembangkan pada 1980-an, ketika mikrokomputer menjadi lebih luas digunakan, tidak hanya di lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru menyebar luas pada 1990-an, ketika informasi menjadi lebih mudah untuk diatur, diakses, dan disebarluaskan melalui jaringan teknologi informasi.

Literasi Media lebih mirip dengan keterampilan teknis untuk mengakses, merakit, memahami, dan menyebarkan informasi.

Literasi media merupakan konsep yang baru di Indonesia, tetapi studi di negara-negara lain di dunia juga telah banyak dilakukan. Dalam menghadapi terpaan media massa, kegiatan Literasi Media menjadi sesuatu yang strategi untuk melindungi publik dari serbuan tayangan media massa.

Di Indonesia, kegiatan Literasi Media lebih banyak didorong oleh kekhawatiran bahwa media dapat berdampak negatif. Anak-anak dan remaja adalah kelompok penerima manfaat dalam kegiatan literasi media karena kelompok usia ini dianggap kelompok yang paling rentan terhadap dampak media dan oleh karena itu perlu dilindungi.

Literasi media pendidikan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber daya yang sangat luas yang diakses melalui perangkat komputer yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa teknologi memasuki dunia digital. Penggunaan teknologi digital memiliki peran dalam mendukung dan meningkatkan proses kognitif peserta didik dan keterampilan berpikir. Salah satu contoh teknologi digital adalah televisi edukasi.

Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang memberikan informasi dan hiburan secara audio dan visual. Pada masa pandemic Covid-19 ini televisi dapat dijadikan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang disajikan. Peserta didik belajar dari rumah selama masa pandemik Covid-19 hanya tinggal memilah dan memilih tayangan sesuai dengan jenjang pendidikan.

Artinya, materi pembelajaran yang disediakan cukup memadai sebagai sarana pembelajaran. Dapat dibangun sebuah kerangka pemikiran bahwa televisi diletakkan pada kerangka positif, sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.

Transformasi pemanfaatan televisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemik Covid-19 ini diselenggarakan dengan dorongan semangat dengan tujuan untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran, mempunyai misi untuk mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Oleh karena itu optimalisasi televisi edukasi harus diberdayakan. Dalam hal ini optimalisasi pendayagunaan siaran TV Edukasi oleh pengguna (dalam hal ini Guru dan siswa) belum maksimal. Kemungkinan disebabkan bahwa selama ini monitoring dan evaluasi yang dilakukan lebih kepada hal yang terkait dengan pemanfaatannya saja tanpa memperhatikan faktor-faktor yang berperan terhadap pemanfaatan itu sendiri.

Maka untuk itu, perlu dilakukan juga dievaluasi pemanfaatan siaran TV Edukasi secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akses, tetapi juga dari sisi materi siaran, sosialisasi serta dari sisi pengguna.

Selain itu, chanel televisi edukasi juga harus dioptimalkan agar merata dan dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah, karena jika televisi edukasi hanya ada di beberapa stasiun televisi saja akan sulit untuk mencapai pemerataan pendidikan melalui media digital.

Televisi Edukasi

Literasi Media adalah sebuah konsep tentang cara masyarakat mempertanyakan apa yang ditonton, diamati, dibaca dan diproduksi dari media. Dengan demikian, publik dapat mengontrol konten media secara kritis dan cerdas sehingga dapat mendeteksi adanya propaganda, kepentingan tertentu atau biasa dalam suatu perusahaan tayangan.

Literasi Media Pendidikan merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber daya yang sangat luas yang diakses melalui perangkat komputer yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Transformasi pemanfaatan televisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemik Covid-19 ini diselenggarakan dengan dorongan semangat dengan tujuan untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran, mempunyai misi untuk mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, optimalisasi televisi edukasi harus diberdayakan.

Penulis:

  1. Ninit Hestiana.
  2. Lastri Ratna Sari.
  3. Ajeng Wulan Hidayah.

© Sepenuhnya. All rights reserved.